23 June 2021, 18:33

Memperkuat Hak Berdaulat Atas SDA Melalui RUU Landas Kontinen

Peta NKRI

Peta NKRI

daulat.co – Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Landas Kontinen Taufik Basari mengungkapkan banyaknya potensi sumber daya alam (SDA) di Indonesia sangat penting untuk melakukan penetapan batas laut teritorial, landas kontinen dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE).

Penetapan tersebut dimaksudkan untuk mengamankan kepentingan Indonesia di bawah laut, terutama berkaitan dengan pengelolalan sumber daya alam baik hayati maupun nonhayati. Dimana saat ini, Pengaturan landas kontinen muncul pertama kali melalui Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1973 tentang Landas Kontinen.

Undang-Undang tersebut mengacu pada ketentuan Konvensi Jenewa 1958, yang hingga saat ini belum ada revisi atau penyesuaian dengan ketentuan landas kontinen sebagaimana yang diatur dalam UNCLOSS atau konvensi hukum laut tahun 1982. 

Dengan demikian, Indonesia perlu membuat penyesuaian dan ketentuan mengenai landas kontinen yang mengacu pada hukum internasional. Rancangan Undang-Undang (RUU) Landas Kontinen ini dinilai sangat perlu, diantaranya untuk memperkuat hak berdaulat atas SDA yang berada di landas kontinen.

Hal itu dikatakan Taufik Basari usai memimpin pertemuan Tim Pansus RUU Landas Kontinen dengan jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, jajaran perwakilan Kodam, Pol Air, Universitas Sumatera Utara, Pertamina, Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perizinan Terpadu dan Lantamal, di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Selasa (8/6/2021).

“Hari ini saya bersama tim melakukan pertemuan awal dengan para stakeholder di Sumut, guna menyerap aspirasi dan masukan serta mendapatkan informasi secara langsung terkait penyusunan terkait RUU Landas Kontinen,” ucapnya.

Nantinya, hasil dari kunjungan kerja digunakan sebagai bahan masukan untuk menyempurnakan RUU Landas Kontinen. Ia berharap Tim mendapatkan masukan serta pengalaman terkait dengan batas negara ataupun landas kontinen yang bisa menjadi bahan masukan bagi Pansus saat menyusun draf.

Disebutkan, Sumatera Utara merupakan wilayah yang terkena dampak dari RUU Landas Kontinen tersebut. Hal tersebut dikarenakan di wilayah Sumut memiliki kawasan laut yang berbatasan dengan laut lepas ataupun berbatasan dengan negara lain.

“Kita perlu mendapatkan masukan – masukan yang dapat mendukung penyusunan RUU menjadi lebih matang. Ini menjadi kesempatan kita untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi di kawasan landas kontinen berdasarkan UNCLOS memiliki potensi untuk kita bisa memanfaatkan kekayaan alam yang berada di dalam lingkup landas kontinen ini,” imbuhnya.

Diketahui RUU Landas Kontinen merupakan hak inisiatif dari pemerintah, yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama DPR RI. Proses pembahasan RUU Landas Kontinen cukup panjang.

Setelah diinisiasi pada 2017, KKP menyampaikan naskah RUU Landas Kontinen kepada Presiden setahun setelahnya. Selajutnya pada 2019, naskah RUU dibahas dan ditelaah oleh Kementerian/Lembaga terkait. Pada 2021, RUU Landas Kontinen ditetapkan masuk dalam Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2021. (Sastro)

Read Previous

Menhub: Pergerakan Logistik Nasional Menunjukkan Tren Positif

Read Next

Vaksinasi Massal Pelayanan Transportasi Adalah Bukti Perhatian Pemerintah