1 December 2023, 13:52

Memanas, Direktur BUMDesma Rukun Makmur Ditetapkan Lewat Voting

daulat.co – Jabatan Direktur Badan Usaha Milik Desa Bersama atau BUMDesma Rukun Makmur Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang Jawa Tengah sempat memanas setelah periode jabatan Sardiyan sebagai direktur habis pada tahun 2023.

Sebanyak 4 Kepala Desa menolak laporan pertanggungjawaban BUMDesma Rukun Makmur periode 2022 di Musyawarah Antar Desa pada Februari 2023 lalu di Pendopo Kecamatan Ulujami, mereka meminta dilakukan seleksi ulang jabatan direktur BUMDesma Rukun Makmur periode 2023-2028.

Ke empat Kepala Desa tersebut masing-masing diantaranya, Kepala Desa Kaliprau, Kepala Desa Bumirejo, Kepala Desa Wiyorowetan, dan Kepala Desa Rowosari.

Dinamika tersebut memanas hingga dilaksanakan Musyawarah Antar Desa (MAD) Khusus yang diselenggarakan pada Senin 10 April 2023 di Pendopo Kecamatan Ulujami.

Pantauan wartawan dilokasi kegiatan, suara ke empat Kepala Desa tersebut tetap menghendaki untuk tidak melanjutkan Sardiyan sebagai direktur. Namun, suara mereka kalah setelah dilakukan voting tertutup oleh pemilik suara, Pemilik suara merupakan unsur Kepala Desa dan unsur delegasi desa yang di wakili oleh Badan Perwakilan Desa (BPD).

Masing-masing desa berhak memberikan 2 suara, terdiri dari 1 Kepala Desa dan 1 BPD, dari 18 Desa di Kecamatan Ulujami, hanya 17 Kepala Desa dan 14 BPD yang menghadiri acara tersebut. Total ada 31 pemilik suara yang hadir dari 36 pemilik suara.

Dari hasil voting pemilik suara, tercatat 22 suara menghendaki Sardiyan untuk melanjutkan sebagai direktur, sedangkan 9 suara menginginkan untuk diganti atau seleksi.

Kepala Desa Kaliprau Purwadi, salah satu kepala desa yang menghendaki pergantian Direktur BUMDesma Rukun Makmur mengungkapkan, secara pribadi dirinya menginginkan untuk dilakukan seleksi, karena menginginkan kualitas-kualitas yang akan muncul kedepannya.

“Tentu semua itu ada kurang dan lebihnya, tetapi dengan adanya seleksi harapan kami, kita bisa menutupi kelemahan-kelemahan yang ada di struktur BUMDesma saat ini”, ungkap Purwadi kepada wartawan usai kegiatan.

Purwadi mengatakan, meskipun dirinya menghendaki dilakukan seleksi, karena hasil musyawarah menetapkan untuk dilanjutkan jabatan tersebut, dirinya sebagai musyawirin atau peserta bagaimanapun harus menyepakati hal itu.

“Konsekwensinya kita harus tetap mensuport dan membackup kegiatan BUMDesma Rukun Makmur kedepan. Jadi memang dilema dalam sebuah musyawarah memang demikian, ada yang sepakat dan ada yang tidak sepakat “, kata Purwadi.

“Tetapi hasil dari musyawarah itulah yang harus kita taati, dan harus kita dukung betul-betul kedepan”, imbuhnya.

Purwadi mengakui, selama ini komunikasi Sardiyan selaku direktur sangat bagus, tetapi untuk perencanaan, akunting, RAB desain usaha, marketing itu membutuhkan orang yang betul-betul membidangi.

“Ketika kita seleksi, itu nanti ada beberapa kekuatan yang bisa kita padukan. Harapan kami meskipun ini sudah disepakati kedepannya ada perbaikan-perbaikan, mana yang kurang kita perbaiki, mana yang baik kita pertahankan kita lanjutkan”, pungkasnya.

Usai ditetapkan sebagai Direktur BUMDesma Rukun Makmur Sardiyan mengatakan, bahwa kinerja yang selama ia pimpin bersama tim memang masih belum bisa dilihat secara signifikan.

Karena kata dia, dalam masa periode yang ia pimpin masih dalam proses merintis, dan masih membangun pondasi untuk menggapai mimpi besar.

Menurut dia, tolak ukur menggapai mimpi besar kalau dilihat dengan satu masa bhakti maka mimpi besar dan marwah BUMDesma maupun BUMDes itu terasa sulit untuk diraih.

“Karena masih banyak yang harus dilakukan, masih banyak juga yang harus dikerjakan,” kata Sardiyan usai mengikuti MAD Khusus di Pendopo Kecamatan Ulujami. Senin 10 April 2023.

“Untuk bisa mewujudkan mimpi besar itu butuh sinergitas, kolaborasi yang baik dan kelembagaan yang kuat. Kelembagaan itu ya kami sebagai pengelola dan pemerintah dalam hal ini saya BUMDesma ya pemerintah kepala desa,” imbuhnya.

Terkait masukan dari Kepala Desa Kaliprau untuk memperkuat struktur, dirinya mengaku bahwa masukan tersebut sangat bagus, artinya para penasihat dalam hal ini Kepala Desa masih memiliki semangat membangun BUMDesma Rukun Makmur.

Untuk tenaga ahli marketing, lanjut Sardiyan, dirinya bersama tim mempunyai semangat yang sama, untuk menjual produk-produk yang selama ini di buatnya.

“Ya memang membuat produk kalau tidak bisa menjualnya itu menjadi masalah, lah ini yang menjadi semangat kami karena untuk menjual produk kawasan sendiri,” pungkasnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pemalang Triyatno memandang dinamika BUMDesma Rukun Makmur Kecamatan Ulujami yang memanas karena pemahaman Kedes-Kades terhadap regulasi belum menyeluruh, mulai dari perda turunannya, hingga anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

“Anggaran dasar anggaran rumah tangga pun belum memahami betul pasal 20 tadi. Ini tugas kami untuk memberikan pemahaman regulasi terhadap mereka (para kepala desa) “, ujar Triyatno kepada wartawan.

Triyatno menyampaikan, kedepan tentu nantinya para penasihat dalam hal ini kepala desa memang harus betul-betul memahami regulasi.

“Untuk para kades, regulasi produk hukum, AD ART itu harus menjadi pegangan betul”, pungkasnya.

(Rizqon Arifiyandi)

Read Previous

KPK Tangkap Pejabat DJKA Jateng dan PPK Perkeretapian, Diduga Terkait Proyek TLO Tegal

Read Next

Komisi III Usul Diberikan Hak Angket Per Fraksi Usut Transaksi Janggal di Kemenkeu