23 May 2024, 15:57

Media Video Pembelajaran Interaktif Sebagai Solusi KBM di Masa Pandemi Covid-19

PANDEMI Covid-19 berdampak kepada seluruh sektor kehidupan, salah satunya dalam bidang pendidikan. Pemerintah melakukan inovasi-inovasi untuk menghadapi pandemi ini. Sektor pendidikan berupaya mencari suatu inovasi untuk proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 yang menganjurkan seluruh kegiatan di institusi pendidikan harus dilakukan dengan menjaga jarak pada seluruh penyampaian materi atau kegiatan belajar-mengajar. Dalam hal ini dilaksanakan secara daring atau online.

Guru sebagai bagian dari intitusi pendidikan sekaligus pelaksana pendidikan dituntut untuk memberikan inovasi terbaru untuk membentuk proses pembelajaran yang sangat efektif. Meski dalam kenyataannya, masih banyak guru yang belum paham mengenai inovasi terbaru yang harus dipakai untuk melakukan pembelajaran selama pandemi.

Kondisi ini dipertegas dengan kebanyakan guru yang masih belum bisa menyesuaikan teknologi karena terkendala atau terbatasnya sarana dan prasarana dalam pembelajaran model daring. Sistem pembelajaran daring merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet.

Harus dipahami bersama, guru saat ini dituntut untuk tahu dan bisa menggunakan teknologi sesuai dengan perkembangan zaman. Guru harus mampu membuat media dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa di sekolahnya.

Penggunaan beberapa aplikasi pada pembelajaran daring sangat membantu guru dalam proses pembelajaran ini. Guru sudah sepatutnya mulai membiasakan mengajar dengan memanfaatkan media daring dan prosesnya dikemas secara efektif, mudah diakses, dan dipahami oleh siswa.

Bagaimanapun, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun siswa berada di rumah. Seperti ditekankan di atas, bahwa guru dituntut dapat mendesain model pembelajaran dan media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online).

Semua pihak menyadari bahwa pembelajaran daring tidak seefektif kegiatan pembelajaran konvensional (tatap muka langsung), karena beberapa materi harus dijelaskan secara langsung dan lebih lengkap. Selain itu materi yang disampaikan secara daring belum tentu bisa dipahami semua siswa.

Ada beberapa solusi yang bisa dilakukan guru dengan memanfaatkan media pembelajaran interaktif, yaitu sebuah sistem penyampaian pengajaran yang menyajikan materi video rekaman dengan pengendalian komputer kepada penonton (murid).

Disini, murid tidak hanya mendengar dan melihat video dan suara, tetapi juga memberikan respon yang aktif, dan respon itu yang menentukan kecepatan dan sekuensi penyajian.

Sekali lagi, media pembelajaran menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pembelajaran. Pada pembelajaran daring sangatlah sulit apabila kita tidak memilih media yang tepat, karena siswa perlu diberi motivasi agar lebih antusias dalam melaksanakan pembelajaran.

Titik Penekanan Pembelajaran
Perubahan kuantitas maupun kualitas yang lebih baik pada pembelajaran tersebut disebabkan perbaikan pada beberapa kegiatan pembelajaran. Diantaranya menyangkut penyampaian materi yang maksimal dengan didukung penggunaan media video pembelajaran interaktif.

Selanjutnya, proses kegiatan belajar mengajar dilaksanakan melalui tanya jawab secara interaktif sebagamana tertulis dalam didaktik metodik umum (1999). Berikut pertanyaan yang diberikan ke murid penekanannya adalah memberikan rangsangan untuk mengingatkan anak-anak berpikir dan pertanyaan timbul bila materi yang disampaikan kurang atau tidak jelas.

Secara teknis, beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam menyelenggarakan tanya jawab adalah sebagai berikut :

  1. Pertanyaan hendaknya ditujukan kepada kelas sehingga setiap siswa merasa diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan.
  2. Pertanyaan hendaknya tidak keluar dari ruang lingkup bahan pengajaran yang telah diajarkan.
  3. Pertanyaan hendaknya mencakup dan mewakili tujuan-tujuan yang hendak dicapai.
  4. Pertanyaan hendaknya berupa kalimat tanya jawab yang singkat dan jelas.
  5. Setiap pertanyaan hendaknya hanya mengandung satu pokok pikiran. Pertanyaan berbentuk uraian.

Titik penekanan ini sangat penting sebab berdasarkan observasi pembelajaran, diketahui bahwa guru masih banyak yang menerapkan model pembelajaran yang bersifat konvensional. Model pembelajaran tersebut menjadikan guru lebih dominan dalam kegiatan pembelajaran.

Sementara siswa hanya sebagai objek pembelajaran, sehingga kurang adanya keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Dalam proses pembelajaran siswa hanya sebagai penerima informasi dari guru. Dampaknya pemahaman siswa menjadi kurang sehingga hasil belajar siswa tergolong rendah.

Sudah saatnya penyampaian materi oleh guru dilaksanakan dengan sederhana dan mudah dimengerti siswa. Dengan dukungan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran daring, diharapkan siswa jadi tertarik dan lebih aktif dalam pembelajaran.

Ali Teguh SPd
Guru SDN 01 Jatingarang, Bodeh, Pemalang
PPG Dalam Jabatan Universitas PGRI Semarang

Read Previous

KPK Jebloskan Tersangka Korupsi Pengadaan di Garuda Indonesia ke Bui

Read Next

Eks Pejabat Garuda Indonesia Dijerat TPPU