25 June 2022, 21:12

Mbak Puan, Aset Bangsa Yang di Uji dan Teruji

Puan Maharani

Puan Maharani

MBAK Puan Maharani?, Kenapa saya memakai istilah “Mbak”, bukan ibu atau sebuatan lainnya. Saya sendiri sudah pernah melihat Mbak Puan secara langsung pada sebuah acara, walaupun agak dari kejauhan. Namun untuk berkomunikasi belum pernah sekalipun secara langsung, namun saya mungkin termasuk yang rutin membaca dan mengikuti langkah dan statement tentang mbak Puan lewat berbagai media dan cerita.

Dari situ, saya memahami pikiran, ide, gagasan dan sepak terjang bagaimana Mbak Puan berdialektika dengan sejarah mengenai diri dan visi kebangsaannya. Sebutan “Mbak” bagi saya selain lebih familiar juga terasa lebih dekat dan lebih mudah memahami bathin, harapan dan fikiran-fikirannya.

Dari literasi yang ada, Mbak Puan lahir pada tahun 1973. Dan dalam jangkauan pengetahuan saya, zaman tersebut sungguh tidak mudah bagi keluarga Sang Proklamator Bung Karno. Mbak Puan sebagaimana anak kecil semasanya juga beraktivitas seperti biasa anak kecil pada umumnya, namun tentunya dengan pengawasan politik rezim pada masa itu.

Sosok Ibu Megawati yang kita kenal sosok perempuan yang gigih, bertekad kuat dan insting yang tajam, tahun-tahun sulit itu mampu dilalui dengan baik dan tentunya menjadi inspirasi karakter spirit politik kekuasaan dan visi kebangsaan sejarah perjalanan Mbak Puan.

Sejarah telah membuktikan, Mbak Puan kecil tidak serta merta membuat hidup Mbak Puan penuh keistimewaan. Mbak puan telah belajar kepemimpinan melalui tempaan sejarah yang panjang. Misalnya ada sebuah cerita ketika Mbak Puan duduk di bangku sekolah SMP, pernah menyaksikan didepan matanya sendiri bagaimana ibu Megawati ditekan oleh rezim pada masa itu untuk tidak masuk dunia politik.

Dari sini saja sudah jelas, secara tempaan sejarah melalui geneologis, asal usul Mbak Puan sangat valid, lahir dari nasab Bung Karno sebagai kakeknya, Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai ibunya, dan tentunya besar tumbuh dari gerakan dan budaya politik yang selalu melekat pada nasab yang mengalirinya.

Marwah dan ideologi nilai-nilai kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila Mbak Puan sangat jelas dan didalamnya ada spirit nasionalisme, komitmen politik dan kesejarahan Bung Karno.

Mbak Puan, ketika paska Reformasi 1998 mulai sering terlihat menemani Ibu Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan dan konsolidasi tokoh-tokoh politik nasional dan berpengaruh. Mbak Puan sendiri pada waktu itu belum terlibat langsung dalam kancah politik nasional.

Namun sebagaimana yang kita ketahui beliau sering menemani  Ibu Megawati dalam mengikuti proses transisi demokrasi yang sedang terjadi, Mbak Puan telah banyak bersinggungan soal kepemimpinan nasional, kondisi kebangsaan dan belajar kematangan kepemimpinan.

Pada 2008 mbak Puan mulai muncul sebagai politisi nasional, di DPP PDI Perjuangan Mbak Puan dipercaya sebagai Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan. Kemudian di Pemilu 2009 Mbak Puan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif melalui PDI Perjuangan di daerah pemilihan Jateng V (Sukoharjo, Klaten, Boyolali dan Surakarta).

Dengan mendapatkan 250 ribuan suara yang didapat berhasil mengantarkannya duduk di Senayan. Tahun 2013 Mbak Puan dipercaya duduk sebagai ketua fraksi DPR RI dari PDI Perjuangan. Disini skill manajerial dan kepemimpinan (leadership) Mbak Puan mulai terlihat ke publik, sebagai ketua fraksi waktu itu ia mampu mensolidkan Fraksi PDI Perjuangan secara baik dalam garis oposisi di parlemen.

Tahun 2016 Mbak Puan dipercaya sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada pemerintahan Jokowi-JK, kemudian pada 2019 setelah PDI Perjuangan kembali memenangkan kontestasi pemilu dengan suara terbanyak, Mbak Puan dipercaya duduk sebagai ketua DPR RI periode 2019-2024.

Jabatan demi jabatan yang disandangnya semakin membuat kita paham, Mbak Puan sosok tipe pemimpin yang tidak gemar dengan gimmick-gimmick politik seperti politisi lainnya. Barangkali ia sadar bahwa gimmick politik itu diperlukan dalam skala tertentu, namun beliau lebih memilih tampil apa adanya dan lebih suka berkompetisi dengan ukuran kinerja dan kebijakan dibanding dengan hanya bergelut dengan gimmick politik yang ukurannya pencitraan.

Sosok perempuan sebagai menko termuda, menurunkan angka kemiskinan dan ketimpangan, meningkatkan kesejahteraan, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia, Revitalisasi BKKBN, hingga efektifitas  konsolidasi dan koordinasi antar kementerian adalah torehan nyata skill kepemimpinan mbak Puan. Selain itu, Mbak Puan juga sebagai ketua DPR RI perempuan pertama di Indonesia, sebuah catatan tersendiri yang layak di banggakan khususnya oleh kaum perempuan Indonesia.

Bagi saya, mbak Puan yang menyandang sebagai cucu proklamator Bung Karno sekaligus anak dari Presiden RI kelima, Ibu megawati Soekarnoputri, justru memudahkan kita untuk memahami tempaan yang membentuknya menjadi sosok pemimpin yang teruji oleh sejarah, pemimpin yang dididik secara politik dengan nilai nilai nasionalisme dan spirit marwah kebangsaan melalui geneologis yang jelas. Mbak Puan adalah aset bangsa yang diuji dan teruji oleh dialektika sejarah dan komitmen ideologi.

Muhamad Khabib

(Mantan Sekretaris REPDEM Jawa Tengah)

Read Previous

Tangkap Tangan Eks Walkot Yogyakarta, KPK Amankan Sejumlah Dokumen

Read Next

Ditangkap KPK, Eks Wali Kota Yogya Diduga Terlibat Praktik Suap Izin Apartemen