23 May 2024, 23:44

Mayoritas Warga Persyarikatan Dari Aceh Hingga Papua Inginkan Bank Syariah Muhammadiyah

Muhammadiyah

Muhammadiyah

daulat.co – Mayoritas warga Muhammadiyah menginginkan berdirinya bank yang dikelola penuh oleh persyarikatan. Warga Muhammadiyah dari Aceh hingga Papua, tercatat menghendaki pendirian Bank Syariah Muhammadiyah hingga mencapai 90 persen.

Demikian disampaikan Arifuddin, anggota tim inisiator Bank Syariah Muhammadiyah sebagaimana dilansir Muhammadiyah.or.id, Rabu 23 Desember 2020. Melalui forum webinar Induk Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM), ia membeberkan hasil penelitian yang dilakukan oleh tim 20 inisiator selama tahun 2020.

“90% mereka (warga Muhammadiyah) dengan tegas meminta kepada PP Muhammadiyah dalam Muktamar yang ke-48 (yang akan digelar) di Solo Jawa Tengah untuk merekomendasikan Bank Syariah Muhammadiyah,” katanya.

Diungkapkan, sebanyak 3.620 responden kelahiran antara tahun 1940 sampai tahun 2000 yang berasal dari Aceh hingga Papua dan Jepang terlibat dalam penelitian. Dimana terdapat 78,4% responden warga Muhammadiyah aktif dalam organisasi, ortom, maupun lembaga dan majelis di lingkungan Persyarikatan dan sisanya simpatisan dan masyarakat umum.

Mengenai bentuk lembaga keuangan bagi Muhammadiyah, lanjut Arifuddin, hasil survei terpisah menunjukkan bahwa 90% ingin Bank Syariah Muhammadiyah, 21,2% ingin BPR Syariah, 17,3% ingin BMT, dan 10,6% ingin BTM.

“Tiadanya Bank Syariah Muhammadiyah selama ini menjadikan Muhammadiyah tak bisa menikmati pemanfaatan yang lebih banyak dari dana dana yang diparkir di lembaga keuangan lain,” ucapnya.

Menurutnya, Bank Syariah Muhammadiyah adalah keniscayaan yang harus diwujudkan. Sebab, Bank Syariah Muhammadiyah mampu berperan sebagai pusat keuangan Muhammadiyah dalam mengembangkan perekonomian nasional.

Apalagi, hal itu akan mendorong penerjemahan ekonomi sebagai pilar ketiga Muhammadiyah yang telah dicanangkan dalam Muktamar ke-47 Makassar tahun 2015.

PP Muhammadiyah memang secara khusus belum mewacanakan akan membangun Bank Syariahnya sendiri. PP Muhammadiyah hanya menyatakan segera menarik dana amal usaha dan Persyarikatan yang selama ini ditempatkan di Bank Syariah Indonesia (BSI).

Penarikan tersebut menurut Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto pada konferensi pers daring, Selasa (22/12) dilakukan karena BSI tidak optimal dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan yang memiliki spirit Al-Qur’an, terutama surah al-Mā’ūn seperti yang dijalani oleh Muhammadiyah.

(Sumitro)

Read Previous

KPK Kantongi Eksportir Benur Lobster Lain Pemberi Suap Eks Menteri KKP

Read Next

KPK Ingatkan Pembantu Baru Jokowi Segera Lapor Harta Kekayaan