23 May 2024, 23:42

Masih Buron, Jeratan Hukum Bupati Mamberamo Tengah Bertambah TPPU

daulat.co – Jeratan hukum terhadap Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak bertambah. Setelah sebelumnya dijerat kasus dugaan suap dan penerimaan gratifikasi, teranyar Ricky ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Dari hasil pengembangan fakta-fakta hasil penyidikan dugaan korupsi, saat ini ditemukan fakta dan alat bukti adanya dugaan pengalihan hasil korupsi pada aset bernilai ekonomis. Sehingga KPK kembali terbitkan surat perintah penyidikan baru dg tsk RHP selaku Bupati Mamberamo Tengah dengan sangkaan pasal TPPU,” kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri dalam keterangan resminya, Jumat (23/12/2022).

Tim penyidik KPK sejauh ini sudah menyita sejumlah aset yang diduga terkait kasus pencucian uang tersebut. Di antaranya 8 bidang tanah dan bangunan dan 5 unit mobil.

“Kami berharap masyarakat turut berperan dengan melaporkan dugaan aset milik tersangka kepada KPK,” ujar dia.

KPK juga berharap masyarakat turut berperan dengan melaporkan keberadaan Ricky yang saat ini buron dan telah ditetapkan DPO oleh KPK.

“Kami akan kejar tersangka dan sita aset yang diduga dari hasil korupsinya,” tutur dia.

KPK juga mengingatkan siapapun dilarang dengan sengaja menghalangi proses penegakan hukum oleh KPK. “Karena itu diancam pidana sebagaimana UU Tipikor,” tandasnya.

Diketahui, Ricky Ham Pagawak sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka suap dan gratifikasi terkait pelaksanaan berbagai proyek di Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua.

Ricky dan tiga orang lainnya telah dicegah bepergian ke luar negeri selama 6 bulan, terhitung sejak 3 Juni hingga 3 Desember 2022. Berdasarkan informasi, tiga orang lain yang dicekal yaitu, Direktur Utama PT Bina Karya Raya/Komisaris Utama PT Bumi Abadi Perkasa, Simon Pampang; Direktur Utama PT Bumi Abadi Perkasa, Jusieandra Pribadi Pampang; dan Direktur Utama PT Solata Sukses, Marten Toding.

Ricky sendiri sudah berstatus buronan KPK per 15 Juli 2022. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Mamberamo Tengah itu berhasil kabur ketika akan dijemput paksa. Diduga Ricky saat ini berada di Port Moresby, ibu kota negara Papua Nugini.

(Rangga)

Read Previous

Pemerintah Diminta Beri Arahan yang Jelas Sebelum Memutuskan Mencabut PPKM

Read Next

KPK Agendakan Periksa Anggota Polri AKBP Bambang Kayun Sebagai Tersangka