29 May 2024, 13:07

Mantap! Tahun 2020 Laba Bersih Diagnos Lab Melesat 468 Persen

daulat.co – PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) mencetak laba bersih sebesar Rp 52 miliar atau 468 persen sepanjang 2020. Kenaikan laba bersih ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumya yang sebesar Rp 9,2 miliar.

Bukan tanpa sebab laba bersih itu meroket beberapa kali lipat. Hal itu tak luput dari pendapatan perseroan yang berhasil membukukan Rp 183 miliar. Jumlah tersebut meningkat 256 persen dibandingkan dengan 2019 sebesar Rp 51,3 miliar.

Direktur Utama Diagnos Laboratorium Utama Mesha Rizal menerangkan, peningkatan kinerja lantaran perusahaan aktif melakukan pemeriksaan kesehatan dan skrining Covid-19 dalam tes Polymerase Chain Reactions (PCR). DGNS sepanjang April 2020 sampai dengan 31 Desember 2020 melaksanakan 148.577 PCR.

“Perseroan berharap dapat dengan aktif membantu pemerintah dalam aksi menumpas pandemic covid-19 yang menghantui rakyat Indonesia,” ucap Mesha Rizal Sini dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (23/3)

Dikatakan Mesha, DGNS berhasil meluncurkan produk Biomolecular. Dimana varian produk biomolecular tersebut bervariasi mulai dari pemeriksaan Polymerase Chain Reactions (PCR) & TCM (Test Cepat Molecular), Rapid Antibody (Eclia/ICT), dan Rapid Antigen.

“Peluncuran produk biomolecular sebagai jawaban perseroan terhadap merambaknya pandemi COVID-19 di Indonesia,” ucap dia.

Tak hanya itu, DGNS selama tahun 2020 juga berhasil membangun dua cabang baru yaitu cabang Denpasar dan Cabang Padang. Menurut Mesha, masing-masing cabang telah berhasil menyumbang masing-masing 6,6 persen dan 0,5 persen terhadap total pendapatan tahunan perseroan.

“Pada Mei 2020, perseroan dalam harapan terus mengedepankan layanan Kesehatan yang bermutu dan memaksimalkan kepuasan pelanggan, telah meluncurkan layanan homecare, dimana layanan homecare ini merupakan bentuk nyata perseroan dalam memberikan layanan Kesehatan langsung ke rumah calon dan pasien perseroan,” terang dia.

Direktur Utama Diagnos Laboratorium Utama Mesha Rizal

Didukung dengan tenaga ahli dan professional, sambung Mesha, layanan homecare telah menyumbang pendapatan sampai dengan 5,7 persen dari total pendapatan perseroan.

Lebih lanjut dikatakan Mesha, DGNS telah menekan perjanjian pemeriksaan rujukan pada perusahaan-perusahaan layanan kesehatan internasional. Misalnya Mayoclinic yang berlokasi di America, Prenetics yang berlokasi di Hongkong, dan Rumah Sakit Pantai yang berlokasi di Malaysia.

“Dimana masing-masing rumah sakit kelas dunia tersebut berhasil melengkapi layanan-layanan Kesehatan yang dimiliki perseroan untuk kebutuhan pelayanan pemeriksaan penyakit-penyakit kronis yang perawatannya tidak lumrah dilakukan di Indonesia,” tutur Mesha.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Kuasa Hukum Juliari Duga MJS Bayar Cita Citata dari Vendor Bansos Covid-19

Read Next

KPK Ingatkan Rudy Hartono dan Anja Runtunewe Untuk Kooperatif