16 January 2021, 09:22

Mantan Panitera PN Jaktim Jalani Hukuman di Lapas Cipinang

Lapas Cipinang

daulat.co – Mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Timur Muhammad Ramadhan dijebloskan oleh Jaksa Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Lapas Klas I Cipinang. Di lapas itu terpidana kasus suap terhadap dua hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut akan menjalani hukuman 2 tahun dikurangi masa tahanan.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, berdasarkan putusan Peninjauan Kembali (PK), Ramadhan akan menjalani masa pidana selama 2 tahun penjara dikurangi selama berada di tahanan. Ramadhan selain itu dibebankan membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Rabu (4/11/2020) Jaksa Eksekusi KPK Josep Wisnu Sigit telah melaksanakan putusan Peninjauan Kembali Nomor 320PK/Pid.Sus/2020 tanggal 21 September 2020 atas nama Terpidana Muhammad Ramadhan dengan cara memasukkan ke Lapas Klas I Cipinang untuk menjalani pidana selama 2 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan,” ujar Ali Fikri, Kamis (5/11/2020).

Diketahui, hukuman Ramadhan di tingkat Peninjauan Kembali itu lebih ringan dibanding putusan tingkat pertama. Di tingkat pertama Ramadhan dihukum 4,5 tahun penjara. Dalam perkaranya, Ramadhan dinilai terbukti menerima suap guna mengurus di PN Jakarta Selatan.

Ramadhan dinilai terbukti menerima suap dari pengusaha Martin P Silitonga sebesar Rp 180 juta dan 47.000 dollar Singapura bersama dua hakim PN Jakarta Selatan, Iswahyu Widodo dan Irwan. Uang yang diserahkan melalui seorang advokat bernama Arif Fitriawan itu diberikan dengan tujuan untuk memengaruhi putusan perkara perdata Nomor 262/Pdt.G/2018/PN Jakarta Selatan.

Adapun perkara perdata yang ditangani oleh hakim R Iswahyu Widodo selaku ketua majelis hakim dan Irwan selaku hakim anggota itu yakni gugatan pembatalan perjanjian akuisisi antara CV Citra Lampia Mandiri dan PT Asia Pasific Mining Resources.

“Putusan PK ini tetap menyatakan Terpidana bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut dengan 2 Hakim PN Selatan karena menerima suap,” ucap Ali.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

KPK Mulai Selidiki Dugaan Korupsi Cakada di NTB

Read Next

Bareng Eko Priyono, Agus Sukoco Sowan ke PCNU Pemalang