23 June 2021, 18:03

Mafia Tanah Hambat Pembangunan, Junimart Dorong Sinergi Antar Komisi di DPR

Junimart Girsang

Junimart Girsang

daulat.co – Ketua Panitia Kerja (Panja) Mafia Tanah DPR RI, Junimart Girsang, menyampaikan kekhawatirannya soal pembangunan infrastruktur yang menjadi visi besar Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhambat karena terganggu oleh ‘anak buahnya’ dilapangan.

Pasalnya, dalam proses pembangunan nasional yang secara langsung bersentuhan dengan masyarakat, terdapat proses pembebasan lahan yang dimainkan oleh oknum pejabat yang disebutnya sebagai mafia tanah.

“Memang masalah tanah ini harus dikritisi, semua komisi harus bersinergi. Komisi II kami akan ke tempat-tempat yang dirasa penting, kami akan tanyakan juga ke Menteri ATR/BPN,” tegas Junimart kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Kamis 10 Juni 2021.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur dalam rangka mendukung dan meningkatkan ekonomi masyarakat harus didukung semua pihak. Namun dalam prosesnya tidak diperbolehkan ada warga yang justru menangis karena ada unsur ketidakadilan dalam hal pembebasan lahan.

Keberadaan mafia tanah, lanjut Junimart, sangat meresahkan karena dihadapkan pada permasalahan yang diluar jangkauan masyarakat dalam penyelesaiannya.

Masyarakat yang akan memperjuangkan lahannya setelah mendiami selama 20 tahun berturut-turut, dihadapkan pada kepentingan Negara, namun ditengah jalan dimainkan mafia.

“Ini terjadi karena sudah menjadi bagian, sudah menjadi sindikasi mafia tanah,” terang politisi PDI Perjuangan itu.

Ke depan, politisi PDIP ini berjanji akan menyampaikan masalah mafia tanah ini ke pihak-pihak terkait, salah satunya Menteri ATR/BPN.

Jauh sebelumnya, pada kesempatan kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI, Junimart Girsang juga menerima laporan yang sama dari perwakilan masyarakat di Provinsi Riau.

Pada kesempatan tersebut didapati laporan konflik pertanahan yang mengarah kepada mafia tanah melibatkan sebanyak 100 ribu sertifikat hak milik. (Sastro)

Read Previous

Komisi X Dukung PTM Tatap Muka Juli 2021, Ini Penjelasannya

Read Next

Vaksinasi Covid-19 Terus Dilaksanakan Dengan Jumlah Banyak