19 June 2024, 18:20

Ludiyanto: Lihat, Dengar dan Eksekusi

H Ludiyanto SH MH MM

H Ludiyanto SH MH MM

daulat.co – Memimpin perusahaan sangat berbeda dengan memimpin birokrasi pemerintah. Namun ada banyak hal kebiasaan pola kerja di perusahaan yang jika diterapkan di birokrasi pemerintah dapat meningkatkan produktifitas dan kinerja aparatur.

Demikian disampaikan Ludiyanto SH, MH, MM, kepada daulat.co, Senin 20 Juli 2020. Pengusaha kelahiran Bantarbolang, 14 Juli 1962, itu namanya belakangan mendapatkan dukungan dari warga Pemalang untuk maju sebagai calon bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Serentak Tahun 2020.

“Semangatnya harus didasari semangat pengabdian. Bukan sebagai orang yang minta dilayani ataupun dihormati, tapi prinsipnya adalah memang harus melayani. Di perusahaan, seorang leader harus menempatkan diri bukan sebagai pemilik sehingga setiap klien yang datang harus diposisikan sebagai bos,” terangnya.

Pria yang aktif di organisasi hak paten internasional (New York USA) itu mencontohkan, peristiwa warga harus bolak-balik ke suatu instansi saat mengurus administrasi kependudukan tidak akan terjadi jika semangat pengabdian dikedepankan aparatur pemerintah. Dan, semua itu kuncinya berapa pada pemimpinnya.

Padahal, dengan bolak-balik hingga 3-4 kali ke instansi pemerintah, selain tidak menunjukkan semangat pengabdian aparatur, juga mengganggu aktivitas warga bersangkutan. Waktu yang semestinya bisa dimanfaatkan untuk bekerja atau kegiatan lain, harus beberapa kali ke kantor pemerintah mengurus administrasi kependudukan.

“Sikap profesionalisme itu yang harus ditanamkan. Profesionalisme akan meningkatkan sekaligus memperbaiki kualitas kerja aparatur,” kata dosen sekaligus kandidat doktor di Universitas Tarumanagara Jakarta.

Keteladanan pemimpin juga tidak kalah penting. Kinerja bawahan dalam perusahaan, atau aparatur dalam pemerintahan, membutuhkan contoh nyata dari pemimpinnya. Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pemimpin daerah dalam hal ini sangat efektif untuk mengontrol dan mengawasi kinerja ‘bawahan’ dilapangan.

Seorang pemimpin memberikan keteladanan dengan turun langsung untuk mengetahui bagaimana tingkat pelayanan aparatur kepada masyarakat. Apabila ditemukan celah-celah tidak maksimalnya pelayanan, maka saat itu juga bisa mengeksekusinya. Bisa dengan mengingatkan aparatur bersangkutan, menutup celah berbelitnya pelayanan.

“Lihat, dengarkan dan eksekusi,” demikian Ludi, jebolan Magister Hukum UGM Yogyakarta.

Sekedar diketahui, nama Ludiyanto belakangan ramai dibicarakan publik Pemalang jelang Pilkada Serentak 2020. Dalam akun fanspage yang dibuat penggemarnya, ditegaskan jika fanspage dibuat secara khusus untuk mendorong H Ludiyanto agar berkenan mau kembali ke Pemalang untuk membangun tempat kelahirannya tercinta Pemalang.

Dalam dunia usaha, ia memimpin sedikitnya sembilan perusahaan nasional dan multinasional. Tercatat tiga diantaranya adalah sebagau Direktur Utama PT Indomarks, Direktur Utama PT Gema Perkasa Intermitra dan Direktur Utama PT General Invest Jaya Utama.

(Sumitro)

Read Previous

Mengambil Hikmah Dari Perjuangan Pendiri Desa Gandu, Mbah Pucung

Read Next

Masih Buron, Pencegahan Harun Masiku Kabur ke Luar Negeri Diperpanjang