26 May 2024, 12:03

Lin Che Wei Bantah Terlibat dalam Pembentukan Aturan Ekspor CPO dan HET

daulat.co – Terdakwa Lin Che Wei membantah terlibat dalam pembentukan peraturan terkait ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya serta peraturan terkait harga eceran tertinggi (HET). Menurutnya, hal tersebut merupakan kewenangan pejabat publik yang sudah disumpah.

“Saya disumpah dan saya menyatakan, saya tidak pernah terlibat dalam formulasi peraturan. Yang saya lakukan hanya simulasi agar dapat mengetahui blindspot yang ada. Pembentukan peraturan dan pengambilan keputusan bukanlah kapasitas saya sebagai Anggota Tim Asistensi Menko Perekonomian. Itu adalah wewenang dari pejabat publik yang sudah disumpah. Saya hanya bertugas untuk memberikan advis, diambil atau tidak itu wewenang dari pejabat publik,” ungkap Lin Che Wei.

Hal itu diungkapkan Lin Che Wei saat memberi keterangan dalam persidangan dugaan korupsi penerbitan persetujuan ekspor crude palm oil (CPO) di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (14/12/2022).

Dalam keterangannya, Lin Che Wei membantah segala tuduhan sebagai konsultan tanpa kontrak yang memuluskan penerbitan persetujuan ekspor untuk sejumlah grup perusahaan sawit. Ditegaskan Lin Che Wei, dirinya tidak memiliki motif apa pun selain untuk membantu pemerintah dalam mengatasi krisis minyak goreng.

“Saya tidak pernah menerima uang, hadiah, atau imbalan dalam bentuk apa pun dari perusahaan-perusahaan minyak goreng mana pun. Semua saya lakukan semata-mata untuk Merah Putih,” tegas dia.

Lin Che Wei didakwa terlibat dalam penerbitan persetujuan ekspor CPO bersama-sama dengan MP Tumanggor dari Grup Wilmar, Pierre Togar dari Grup Musim Mas, dan Stanley Ma dari Grup Permata Hijau. “Satu-satunya pemasukan yang saya peroleh itu hanya grant dari CARDNO sehubungan dengan pelaksanaan jabatan saya sebagai Anggota Tim Asistensi Menko Perekonomian dan juga penggantian uang cetak buletin BPDPKS,” ujar Lin Che Wei.

Dikatakan Lin Che Wei, dirinya pertama kali dihubungi secara pribadi oleh mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pada 14 Januari 2022 yang sewaktu itu menanyakan jika dia masih merupakan Anggota Tim Asistensi Menko Perekonomian. “Waktu itu Pak Lutfi tanya saya apakah saya masih staf Pak Menko apa bukan. Dia juga menanyakan hal yang sama ke Pak Menko,” kata dia.

Menurut Lin Che Wei, dirinya saat itu diminta untuk menjadi mitra diskusi bagi Kementerian Perdagangan sebagai salah satu kementerian yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. “Sejak dahulu saya menjabat di Kemenko Perekonomian, tidak pernah saya diberikan surat tugas untuk menjadi mitra diskusi dari kementerian teknis, termasuk ketika saya menjadi mitra diskusi Menteri Negara BUMN dalam perundingan Blok Cepu,” tutur Lin Che Wei.

Terakhir, Lin Che Wei menyampaikan tiga poin. Salah satunya minta agar mekanisme perhitungan kerugian perekonomian negara dibakukan.

“Pertama, jangan sampai penderitaan ini sia-sia. Mohon agar mekanisme perhitungan kerugian perekonomian negara dibakukan, untuk keadilan. Kedua, jangan bermain-main melawan mekanisme pasar kalau kita tidak siap dengan infrastrukturnya. Ketiga, negara yang punya competitive product pasti lebih jaya dibandingkan negara yang tidak memiliki competitive product. Kita harus memajukan industri sawit Indonesia tanpa merugikan 270 juta masyarakat yang menjadi konsumen minyak goreng,” tandas Lin Che Wei.

(Rangga)

Read Previous

Demi NKRI, Perusahan Minyak Goreng Bantu Pemerintah Atasi Kelangkaan

Read Next

Komisi XI: RUU PPSK Perjelas Pengawasan Koperasi di OJK