24 June 2024, 23:26

Langkah Konkrit Dibutuhkan Untuk Selesaikan Tragedi Kemanusiaan Myanmar

daulat.co – Anggota Komisi VII DPR RI Sartono menilai bahwa kekerasan yang terjadi di Myanmar merupakan tragedi kemanusiaan yang luar biasa. Dirinya menginginkan adanya langkah konkret dalam upaya penyelesaian konflik tersebut. Salah satunya adalah dengan menambah kekuatan ASEAN. 

“Harus ada langkah konkret. Dalam artian, kalo ASEAN saja kita tidak cukup, harus ASEAN untuk mengatasi kejahatan kemanusiaan yang luar biasa,” ujar Sartono baru-baru ini dalam forum ‘Roundtable Discussion on the Myanmar Crisis and ASEAN Issues and the Role of Indonesia and Parliamentarians‘ di Nusantara II, Senayan, Jakarta.

Legislator Fraksi Partai Demokrat ini tidak ingin negara-negara, khususnya ASEAN, seolah-olah diam saja atas peristiwa ini. Menurutnya, parlemen-parlemen negara ASEAN memiliki kemampuan untuk memberikan suatu pressure kepada pemerintah dan dunia internasional untuk melakukan sesuatu yang lebih kuat untuk menekan konflik di Myanmar.

Selanjutnya, dirinya menilai bahwa implikasi dari kejahatan kemanusiaan di abad modern ini sangat luar biasa. Hal-hal tersebut bisa terkait kepada perdagangan bebas seperti perdagangan narkoba hingga perdagangan manusia. Selain itu, masalah ini menjadi semakin serius karena menciptakan jumlah pengungsi yang luar biasa.

“Ini saya pikir harus mulai bergerak di dalam forum nanti. Harapan saya juga ada suatu keputusan, resolusi di dalam forum ini. Dari Indonesia, sebagai leader, kita harapkan juga kita (bisa) sampaikan hasil ini kepada pemerintah eksekutif  untuk lebih one step forward lah dalam menghadapi kejahatan kemanusiaan yang di Myanmar itu,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Mantan Anggota DPR RI yang juga anggota APHR, Eva Sundari mengungkapkan bahwa telah ada himbauan agar parlemen Indonesia mengambil inisiatif terkait permasalahan Myanmar. Sebab menurutnya, selama ini parlemen ASEAN dalam keberjalanannya selalu mengalami problem kepemimpinan dalam penyelesaian kasus tersebut. 

“Nah, kami ingin seluruh Parlemen IPI itu membuat terobosan seperti itu demi rakyat Myanmar yang tadi sudah dideskripsikan menjadi korban luar biasa dalam segala bentuk kekerasan,” ungkapnya.

(Abdurrohman)

Read Previous

Rachmat Gobel: Pemindahan Ibu Kota Negara Bukan Sekedar Pindah Tempat

Read Next

Manajemen Bank Himbara Diminta Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Sulsel