16 May 2021, 23:26

KPK: Vonis MA Bebaskan Advokat Lucas Melukai Rasa Keadilan

Mahkamah Agung

Mahkamah Agung

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara soal putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan permintaan peninjauan kembali (PK) yang diajukan terpidana sekaligus advokat Lucas.

Keputusan yang membebaskan Lucas dari tuduhan perintangan penyidikan membantu mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro ke luar negeri itu dinilai lembaga antikorupsi melukai rasa keadilan.

“Diputus bebasnya narapidana korupsi pada tingkat PK tentu melukai rasa keadilan masyarakat,” ungkap Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (8/4/2021).

KPK, kata Ali, sangat yakin dengan alat bukti yang dimiliki pihaknya. Sehingga, sambung Ali, sampai tingkat Kasasi di Mahkamah Agung pun dakwaan jaksa KPK maupun penerapan hukum atas putusan pengadilan tingkat dibawahnya tetap terbukti menurut hukum secara sah dan meyakinkan.

“Sejauh ini kami belum mengetahui apa yang menjadi dasar pertimbangan majelis hakim karena belum menerima putusan lengkapnya,” ujar Ali.

Lebih lanjut dikatakan Ali, Fenomena  banyaknya PK yang diajukan oleh terpidana korupsi saat ini seharusnya menjadi alarm atas komitmen keseriusan MA secara kelembagaan dalam upaya pemberantasan korupsi.

Ditegaskan Ali, upaya pemberantasan korupsi butuh komitmen kuat seluruh elemen bangsa, terlebih komitmen dari setiap penegak hukum itu sendiri.

“Namun demikian kami hormati setiap putusan Majelis Hakim,” kata Ali.

Diketahui, MA membebaskan Lucas atas tuduhan merintangi penyidikan KPK dalam kasus Eddy Sindoro. Lucas dibebaskan setelah permohonan Peninjauan Kembali (PK) dikabulkan.

Sidang PK ini diputus oleh Majelis Hakim pada 7 April 2021. Dalam website resmi kepaniteraan MA, amar putusan dinyatakan ‘kabul’. Adapun sidang PK Lucas dengan nomor perkara 79 PK/Pid.Sus/2021 dipimpin oleh Hakim Agung Salman Luthan Abdul Latief, dan Sofyam Sitompul.

Sementara itu, penasihat hukum Lucas, Aldres J. Napitupulu mengamini soal putusan itu. Meski demikian, Aldres belum mau berkomentar lebih jauh lantaran pihaknya masih menunggu salinan resmi dari MA.

“Seharusnya bebas. Terbukti tidak bersalah. Cuma kami masih menunggu petikan resmi,” ujar Aldres dikonfirmasi terpisah.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta pada 20 Maret 2019 diketahui menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan kepada Lucas. Lucas telah dinyatakan bersalah karena merintangi penyidikan KPK untuk tersangka Eddy Sindoro.

Kemudian hukuman itu dikurangi 2 tahun oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada Juni 2019. Salah satu pertimbangan vonis Lucas menjadi 5 tahun adalah agar tidak terjadi disparitas hukuman antara Lucas dan kliennya, Eddy Sindoro.

Dari 5 tahun, hukuman Lucas dikurangi 2 tahun oleh MA menjadi 3 tahun pada 16 Desember 2019. Majelis Hakim Agung yang memutus perkara adalah Surya Jaya, Krisna Harahap, dan Mohamad Askin.

Amar putusan majelis hakim agung menyatakan, menolak kasasi yang diajukan jaksa penuntut umum serta menolak kasasi yang diajukan Lucas dengan perbaikan.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Latih Pemuda di Bodeh Servis HP, Diskoperindag Pemalang Tegaskan Komitmennya Berdayakan UMKM

Read Next

DPC Asprindo Siap Sukseskan Program Unggulan Pemkab Pemalang