21 October 2021, 08:55

KPK Usut Dugaan Korupsi Pembelian LNG Pertamina

KPK

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut kasus dugaan korupsi pembelian liquefied natural gas (LNG) di PT Pertamina (Persero). Kasus dugaan korupsi yang ditaksir merugikan keuangan negara hingga Rp 2 triliun itu sebelumnya juga diusut Kejaksaan Agung.

Pada 2019, lembaga antikorupsi sudah membidik kasus tersebut. Kejagung saat itu juga mengusut kasus dugaan yang sama. Di Kejaksaan Agung, penyelidikan kasus itu sudah selesai dan bakal dinaikan ke tahap penyidikan. Dari koordinasi yang dilakukan KPK dan Kejagung, akhirnya disepakati kasus itu ditangani oleh KPK.

“KPK dan Kejaksaan kemudian berkoordinasi dan bersepakat bahwa tindak lanjut penanganan perkara dugaan korupsi pembelian LNG di PT Pertamina diselesaikan oleh KPK,” ucap Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (6/9/2021).

KPK memastikan akan terus berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dalam mengusut kasus tersebut. Selain Kejaksaan Agung, KPK juga bakal berkoordinasi dengan BPK dan BPKP dalam menuntaskan kasus korupsi itu.

“Pada proses berikutnya, KPK tentu masih akan terus berkoordinasi dengan Kejaksaan serta instansi lainnya seperti BPK maupun BPKP untuk melengkapi keterangan yang dibutuhkan dalam pengumpulan alat bukti,” ujar Ali.

Dikatakan Ali, sinergisitas penanganan perkara korupsi seperti ini sudah beberapa kali dilakukan KPK dengan aparat penegak hukum lainnya, baik kejaksaan maupun kepolisian.

Misalnya, dalam kegiatan tangkap dugaan korupsi pengisian jabatan kepala desa dan camat di wilayah Kabupaten Nganjuk atas koordinasi KPK dengan Bareskrim Polri, serta penanganan perkara korupsi penyalahgunaan ijin tambang di Sulawesi Tenggara, atas koordinasi KPK dengan Kejaksaan Tinggi setempat dan beberapa kegiatan lainnya.

“Koordinasi dan sinergisitas penanganan suatu perkara antaraparat penegak hukum niscaya akan memperkuat proses hukumnya dan memberikan manfaat yang optimal dalam upaya pemberantasan korupsi,” kata Ali.

Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya menyatakan, pihaknya mempersilakan dan tidak keberatan jika KPK menyidik kasus dugaan korupsi itu. Hal itu agar tidak terjadi tumpang tinding penanganan perkara.

Dikatakan Leonard, tim penyelidik Direktorat Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus telah menyelidiki kasus tersebut sejak 22 Maret 2021. Bahkan, kata Leonard, proses penyelidikan telah rampung dan akan ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Berdasarkan koordinasi dengan KPK, penyidik KPK saat ini juga telah melakukan penyidikan terhadap kasus yang sama, oleh karena itu untuk tidak terjadinya tumpang tindih penanganan perkara, Kejaksaan Agung mempersilakan dan tidak keberatan untuk selanjutnya KPK dapat melakukan penyidikan terhadap perkara dugaan tindak pidana korupsi dimaksud,” ucap Leonard.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

KPK Janji Dalami Perintah Haji Isam Kondisikan Pajak PT Jhonlin Baratama

Read Next

Ramah Tamah Dengan Wartawan, Bupati Pemalang Diminta Copot Kadis Kominfo