30 May 2024, 06:47

KPK Tetapkan Tersangka Penyuap Anggota DPRD Jambi

dok KPK

dok KPK

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan pihak swasta, Paut Syakarin (PS) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017 dan 2018. Paut diduga sebagai pihak yang menyuap para anggota DPRD Jambi.

“Mencermati berbagai fakta selama proses persidangan ditambah dengan dukungan bukti permulaan yang cukup, maka KPK menaikkan status perkara ini ke tahap penyelidikan dan berlanjut ke tahap penyidikan dengan menetapkan status tersangka PS,” ujar Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK, Setyo Budiyanto saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (8/8/2021).

KPK menduga Paut merupakan salah satu penyokong dana dan pemberi uang suap ketok palu tambahan untuk para anggota komisi III DPRD Jambi. Terkait RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017, diduga uang suap yang disokong Paut masing-masing sebesar Rp 150 juta.

Pemberian uang oleh Paut diduga agar perusahaan miliknya bisa mendapatkan beberapa proyek di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi.

“Pemberian uang oleh tersangka PS diduga agar perusahaan miliknya bisa mendapatkan beberapa proyek di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi 2017,” ungkap Setyo.

Diduga jumlah dana yang sudah disiapkan oleh Paut untuk para anggota DPRD Jambi seluruhnya sekira Rp 2,3 miliar. Adapun, rincian pembagiannya yakni, uang Rp 325 juta diberikan Paut melalui Hasanudin kepada Effendi Hatta di lapangan parkir Bandara Sultan Thaha Jambi pada November 2016.

Dikatakan Setyo, uang itu sebagai titipan untuk 13 orang anggota Komisi III yang masing-masing mendapatkan Rp 25 juta perorang.

“Sudah dibagikan oleh Saudara Zainal Abidin kepada 13 anggota Komisi III di salah satu hotel di Bogor, Jawa Barat saat acara Bimtek,” ucap dia.

Sekira akhir Januari 2017, Paut kembali memberikan uang sebesar Rp 1,950 miliar kepada Effendi Hatta dan Zainal Abidin. Uang itu diserahkan di rumah Paut. Setelah diterima, uang itu kemudian diserahkan oleh Effendi Hatta dan Zainal Abidin kepada 13 anggota Komisi III DPRD Jambi lainnya.

“Untuk kepentingan proses penyidikan, KPK menahan tersangka untuk 20 hari pertama, terhitung mulai tanggal 8 Agustus 2021 sampai dengan 27 Agustus 2021 di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur,” kata Setyo.

Atas perbuatannya, Paut Syakarin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pengumuman tersangka itu dilakukan pasca Tim Satuan Tugas (Satgas) KPK menangkap Paut Syakarin pada Sabtu, 7 Agustus 2021. Paut kemudian dibawa oleh tim Satgas KPK ke Jakarta. Paut ditangkap karena tidak kooperatif memenuhi panggilan pemeriksaan.

“Yang bersangkutan dilakukan penangkapan karena setelah dilakukan pemanggilan secara patut dan sah, tersangka mangkir untuk hadir,” ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

Pasca ditangkap dan pemeriksaan di markas  lembaga antikorupsi, Paut langsung dijebloskan ke jeruji besi. KPK menahan Paut untuk 20 hari pertama di Rumah Tahanan (Rutan) KPK cabang Pomdam Jaya Guntur.

Sebelum ditahan Paut akan menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu selama 14 hari. Isolasi mandiri dilakukan di Rutan KPK cabang Kavling C1.

“Sebagai pemenuhan protokol kesehatan dan pencegahan penyebaran COVID-19 di lingkungan rutan KPK,” ucap Ali. Setyo.

Kasus ini diketahui telah menjerat 22 orang dan saat ini telah diproses hingga persidangan. Para tersangka yang dijerat dari mulai Gubernur Jambi Zumi Zola dan Pimpinan DPRD, Pimpinan Fraksi DPRD, hingga pihak swasta.

KPK sebelumnya telah menahan empat anggota DPRD Jambi dalam kasus ini. Keempat tersangka itu yakni Fahrurrozi, Arrakhmat Eka Putra, Wiwid Iswhara, dan Zainul Arifin. Terkait kasus dugaan suap ini, KPK mengklaim sudah menyita sekitar Rp 8,075 miliar.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Buntut Pemecatan, Dosen & Karyawan Adukan UMB ke Disnakertrans

Read Next

Asrama Haji Bisa Dimanfaatkan Masyarakat Umum, Tak Terbatas Bagi Jemaah Saja