19 June 2024, 18:55

KPK Tetapkan Pengacara Lukas Enembe & Kadis PUPR Papua Tersangka

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menetapkan pengacara Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening sebagai tersangka. Roy dijerat dengan sangkaan menghalang-halangi proses penyidikan atau obstruction of justice.

“Berdasarkan kecukupan alat bukti yang KPK miliki, saat ini telah meningkatkan pada proses penyidikan baru dengan menetapkan 1 orang Pengacara sebagai tersangka dalam dugaan korupsi menghalangi proses penyidikan dalam perkara dugaan korupsi yang dilakukan tersangka LE selaku Gubernur Papua periode 2018-2023,” ucap Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/5/2023).

KPK menduga Roy memberikan nasihat kepada Lukas agar tidak kooperatif dalam menjalani proses hukum di KPK. “Adapun indikasi perintangan yang diduga dilakukan antara lain dengan memberikan advice pada Tsk LE agar bersikap tidak kooperatif dalam proses hukum yang dilakukan KPK,” ujar Ali.

KPK juga menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR) Provinsi Papua, Gerius One Yoman sebagai tersangka. Gerius disangkakan atas kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek infrastruktur.

“Dari proses penyidikan perkara tersangka LE, Tim Penyidik kembali menemukan adanya peran pihak lain yang bersama-sama dengan Tersangka LE menerima suap dan gratifikasi dari berbagai proyek pembangunan infrastruktur di Pemprov Papua. KPK telah tetapkan Kadis PUPR propinsi Papua sebagai tersangka dalam perkara ini,” kata Ali.

Namun demikian, Ali saat ini belum bisa membeberkan secara detail mengenai dua sangkaan tersebut. “Perkembangannya akan disampaikan,” imbuh Ali.

Dua kasus itu merupakan pengembangan dari perkara dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Lukas. Sebelumnya, KPK sudah lebih dulu mengumumkan dua tersangka penyuap Lukas, yaitu Karyawan PT Tabi Bangun Papua Fredrik Banne dan Pemilik PT Melonesia Mulia Piton Enumbi.

Diketahui, Roy, Gerius dan Fredrik Banne telah dicegah KPK bepergian ke luar negeri selama enam bulan hingga 12 Oktober 2023.

“Penetapan tersangka baru ini adalah bentuk komitmen KPK untuk membawa seluruh pihak yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum ke persidangan,” tandas Ali.

Lukas sendiri diproses hukum KPK atas kasus dugaan suap dan gratifikasi. Lukas diduga menerima suap Rp 1 miliar dari Direktur PT Tabi Bangun Papua Rijatono Lakka. Diduga suap itu berkaitan dengan proyek infrastruktur di Dinas PUTR Pemprov Papua.

Selain itu, KPK juga menduga Lukas juga menerima gratifikasi senilai Rp 10 miliar. Seiring proses penyidikan berjalan, KPK menjerat Lukas dan Rijatono dengan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Sejumlah aset Lukas telah disita KPK. Salah satunya hotel milik Lukas senilai Rp 40 miliar.

(Rangga)

Read Previous

Peringati Hardiknas 2023, Pemerintah Diharapkan Fokus Pada Kemerdekaan Guru

Read Next

Jadi Tersangka, Dirut Waskita Karya Destiawan Soewardjono Dijebloskan ke Bui