23 May 2024, 16:28

KPK Tetapkan Eks Direktur Keuangan Jasindo dan Emil Tersangka Kegiatan Fiktif

Asuransi Jasindo

daulat.co – Mantan Direktur Keuangan dan Investasi PT Asuransi Jasa Indonesia Persero (Jasindo), Solihah (SLH) ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pembayaran komisi kegiatan fiktif agen PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dalam pengadaan asuransi minyak dan gas BP Migas-KKKS pada 2010-2012 dan 2012-2014.

Selain Solihah, KPK juga menetapkan pemilik PT Ayodya Multi Sarana (AMS) Kiagus Emil Fahmy Cornain (KEFC) sebagai tersangka kasus tersebut.

Pengumuman penetapan tersangka itu disampaikan Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/5/2021/2021). Kasus yang menjerat Solihah dan Kiagus Emil itu merupakan pengembangan atas kasus yang sebelumnya menjerat mantan Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Budi Tjahjono.

Budi pada April 2019 lalu divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Budi dinilai terbukti melakukan korupsi sehingga merugikan negara cq PT Asuransi Jasindo sebesar Rp8,46 miliar dan 766.955 ribu dolar AS. Perkara yang menjerat Budi saat ini telah berkekuatan hukum tetap.

“Setelah mencermati fakta-fakta persidangan dalam perkara Tersangka Budi Tjahjono tersebut, KPK selanjutnya melakukan penyelidikan yang kemudian ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, maka KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan pada bulan Oktober 2020 dengan menetapkan tersangka, KEFC dan SHL,” kata Firli.

Terkait korupsi itu, Kiagus Emil Fahmy diduga kecipratan Rp 1,3 miliar. Sementara Solihah diduga kecipratan USD 200 ribu.

Atas dugaan itu, Kiagus Emil dan Solihah disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.

Kiagus Emil Dijebloskan ke Bui

Usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, Kiagus Emil langsung dijebloskan ke jeruji besi. Dia ditahan di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur selama 20 hari ke depan.

“Guna proses penyidikan, setelah Tim Penyidik KPK memeriksa 46 orang saksi maka Tim Penyidik melakukan penahanan pada tersangka KEFC untuk 20 hari ke depan, dimulai sejak tanggal 20 Mei 2021 sampai dengan 8 Juni 2021 di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur,” ujar Firli.

Namun, Emil akan terlebih dulu menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK Kavling C1. Hal itu sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan rutan KPK.

Sedianya, hari ini penyidik KPK juga memanggil dan memeriksa Solihah. Namun, yang bersangkutan tak memenuhi panggilan pemeriksaan dengan alasan sakit.

“Sedangkan tersangka SLH hari ini telah dilakukan pemanggilan namun yang bersangkutan mengkonfirmasi secara tertulis tidak bisa hadir karena alasan sakit,” ujar Firli.

Firli memastikan pihaknya akan segera melakukan pemanggilan ulang terhadap Sholihah. “KPK juga mengingatkan agar tersangka SLH kooperatif hadir memenuhi panggilan dimaksud,” kata Firli.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Redam Lonjakan Covid-19, Masyarakat Diminta Tak Bepergian dan Tak Berkerumun

Read Next

Kejari Pemalang Tingkatkan Pelayanan Berbasis Digital Melalui SIPADU ELANG