25 July 2021, 06:11

KPK Siap Hadapi Praperadilan Tersangka Suap Pajak dari Bank Panin

Panin Bank

Panin Bank

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap menghadapi gugatan praperadilan yang diajukan tersangka kasus dugaan suap terkait dengan pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Ditjen Pajak Kemkeu, Angin Prayitno Aji. Rencannya, sidang perdana gugatan tersebut akan digelar di PN Jaksel pada Senin (19/7/2021).

Demikian disampaikan Plt Jubir KPK, Ipi Maryati. Dikatakan Ipi, KPK telah menerima panggilan sidang dari PN Jaksel terkait gugatan praperadilan yang diajukan Angin.

“KPK tentu siap menghadapi gugatan praperadilan tersebut,” ujar Ipi Maryati saat dikonfirmasi, Jumat (16/7/2021).

Dalam gugatannya, mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak Kemkeu) itu diketahui meminta hakim tunggal pada PN Jaksel menyatakan langkah lembaga antikorupsi yang menetapkannya sebagai tersangka, penahanan, penggeledahan dan penyitaan tidak sah.

Dikatakan Ipi, pihaknya meyakini penetapan Angin sebagai tersangka maupun proses penahanan, penggeledahan dan penyitaan terkait penyidikan kasus tersebut telah sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

“KPK melalui Biro Hukum akan menyusun jawaban dan menyampaikannya di depan sidang permohonan praperadilan dimaksud,” kata Ipi.

KPK sebelumnya menetapkan sejumlah tersangka kasus dugaan suap pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu).

Para tersangka itu yakni, Angin Prayitno Aji selaku Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak periode 2016-2019 dan Dadan Ramdani selaku Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan pada Ditjen Pajak.

Kemudian, Veronika Lindawati selaku kuasa wajib pajak PT Bank Pan Indonesia atau Bank Panin; Agus Susetyo selaku konsultan pajak terkait pemeriksaan pajak PT Jhonlin Baratama; serta Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi selaku konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations.

Dalam konstruksi kasus, Angin bersama-sama dengan Dadan Ramdani memeriksa pajak terhadap tiga wajib pajak, yaitu PT Gunung Madu Plantations untuk tahun pajak 2016, PT Bank Pan Indonesia Tbk atau Bank Panin untuk tahun pajak 2016, dan PT Jhonlin Baratama untuk tahun pajak 2016 dan  2017.

Diduga Angin dan Dadan dalam menjalankan tugasnya itu menyetujui, memerintahkan, dan mengakomodir jumlah kewajiban pembayaran pajak yang disesuaikan dengan keinginan dari wajib pajak atau pihak yang mewakili wajib pajak.

Selain itu, pemeriksaan perpajakan yang dilakukan keduanya juga tidak berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku.

Angin Prayitno Aji dan Dadan terkait hasil pemeriksaan pajak itu diduga menerima suap sebesar SGD 500 ribu yang diserahkan Veronika Lindawati selaku perwakilan PT Bank Pan Indonesia Tbk dari total  komitmen sebesar Rp 25 miliar.

Angin dan Dadan juga diduga menerima suap dari Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi sebagai perwakilan PT Gunung Madu Plantations sebesar Rp 15 miliar pada periode Januari hingga Februari 2018.

Keduanya juga diduga menerima suap sebesar total SGD 3 juta dari Agus Susetyo sebagai perwakilan PT Jhonlin Baratama pada kurun waktu bulan Juli-September 2019.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Polres & PWI Pemalang Gandeng Alfamart Gelar Bhakti Sosial

Read Next

BKN Putuskan Perpanjang Pendaftaran CASN 2021 Hingga 26 Juli 2021