23 May 2024, 22:45

KPK Selisik Pembayaran Cita Citata ke Eks Mensos Juliari

Cita Citata - ist

Cita Citata – ist

daulat.co – Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan aliran pengadaan bansos Covid-19 ke sejumlah pihak. Tak terkecuali salah satunya diduga untuk pembayaran honor pedangdut Cita Citata.

Ihwal pembayaran honor pedangdut Cita Citata itu diselisik jaksa dalam sidang lanjutan perkara korupsi Bansos Covid-19, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (22/3/2021). Jaksa mendalaminya saat  Mantan Menteri Sosial (Mensos), Juliari Peter Batubara bersaksi untuk terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

“Pembayaran artis Cita Citata? Acara di Labuan Bajo, tahu ngga Adi bayar pake duit apaan?,” tanya jaksa kepada Juliari.

“Tidak mengetahui, ” jawab Juliari.

Tak hanya soal pembayaran artis, Jaksa juga mencecar apakah Juliari mengetahui sumber dana yang digunakan Adi untuk membayar biaya makan, panitia, pesawat dan lainnya untuk kegiatan di Labuan Bajo. Lagi, Juliari mengaku tak tahu menahu perihal sumber anggarannya.

“Tidak mengetahui,” ujar Juliari.

Dalam kesaksiannya, Juliari juga mengaku tak mengetahui sumber uang untuk beberapa kali menyewa pesawat khusus untuk kunjungan kerja. Juliari mengklaim persoalan anggaran diurus oleh Biro Umum Kemsos. Namun, dia tak membantah beberapa kali menyewa pesawat khusus untuk kunjungan kerja.

“Pernah beberapa kali (sewa pesawat). Mungkin sekitar tiga empat kali. Yang saya ingat pernah ke Luwu Utara lihat banjir kalau nggak salah. Ke Natuna, kemudian ke Bali pernah sekali, ke Semarang pernah, ke Tanah Bumbu dan Malang,” kata Juliari.

“Kalau pesawat sewa charter pak. Ya kalau anggaran mengurus keperluan itu kan di Biro Umum keperluan menteri karena kan Biro Umum membawahi tata usaha menteri, protokol,” ditambahkan Juliari.

Pun demikian, Juliari kembali mengklaim tak mengetahui saat disinggung mengenai anggaran khusus menyewa pesawat di Biro Umum. Juliari mengklaim hanya memerintahkan sekretaris pribadinya untuk berkoordinasi dengan Biro Umum jika membutuhkan pesawat.

“Angggaran pastinya saya nggak paham, tapi terkait perjalanan dinas biasanya di handle Biro Umum. Ya otomatis karena saya tahu Biro Umum ya misal sewa pesawat saya bilang ke Sespri saya agar koordinasi ke biro umum. Kabiro umum masih rangkap pak Adi Wahyono. Saya tahunya kan anggaran yang ada. Saya nggak mungkin tahu detailnya dari mana anggarannya,” tandas Juliar yang juga tersangka penerima suap bansos.

Dalam persidangan sebelumnya, Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos, Matheus Joko Santoso saat bersaksi pada Senin (8/3/2021) pekan lalu, mengakui adanya aliran uang senilai Rp 16,7 miliar yang berasal dari fee pengadaan bansos. Salah satunya  pembayaran Rp 150 juta kepada pedangdut Cita Citata saat menjadi pengisi acara di Labuan Bajo.

Pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemsos, Matheus Joko Santoso sebelumnya juga mengatakan uang fee dari rekanan pengadaan bansos, antara lain dipergunakan untuk sewa pesawat yang digunakan dalam kunjungan kerja Juliari Batubara.

Dalam perkara ini Harry Van Sidabukke yang berprofesi sebagai konsultan hukum didakwa menyuap Juliari Batubara, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso sebesar Rp 1,28 miliar karena membantu penunjukan PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude (MHS) sebagai penyedia bansos sembako COVID-19 sebanyak 1.519.256 paket.

Sementara Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja didakwa menyuap Juliari Batubara, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso senilai Rp1,95 miliar karena menunjuk Ardian melalui PT Tigapilar Agro Utama sebagai penyedia bansos sembako tahap 9, 10, tahap komunitas dan tahap 12 sebanyak 115.000 paket.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Terungkap di Persidangan, Politikus PDIP Ihsan Yunus Kerap ke Ruangan Juliari

Read Next

Dua Bocah Hilang Di Surajaya Ditemukan Meninggal Dunia di Galian C