26 May 2024, 12:25

KPK Periksa Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin

KPK

KPK

daulat.co – Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin diagendakan diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Jumat (7/5/2021). Politikus Golkar itu akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap penanganan perkara dengan tersangka penyidik lembaga antikorupsi dari Polri, Stepanus Robin Pattuju (SRP).

“Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SRP,” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Selain Azis, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap seorang PNS bernama Waris dan Ketua Lingkungan, Abdul Rahim Sirati alias Tajam. Keduanya juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Robin.

Dalam mengusut kasus ini, penyidik juga memanggil Sekda Pemkot Tanjungbalai, Yusmada dan seorang PNS, Darwansyah Merta Wijaya. Keduany akan diperiksa sebagai saksi untuk terangka Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial (MS).

Tim penyidik KPK sebelumnya telah menggeledah 3 rumah pribadi, rumah dinas, dan ruang kerja Azis Syamsuddin di DPR. Dari penggeledahan itu, tim penyidik mengamankan sejumlah barang bukti.

Azis Syamsuddin telah dicegah berpergian ke luar negeri selama 6 bulan, terhitung sejak 27 April 2021. Selain Azis, dua pihak swasta yakni Agus Susanto dan Aliza Gunado juga dicegah berpergian keuar negeri.

Dalam kasus ini, KPK menduga adanya keterlibatan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. Robin sebelumnya mengakui pernah melakukan pertemuan dengan Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial di rumah dinas (rumdin) Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin.

Pertemuan yang juga dihadiri Azis Syamsuddin itu berlangsung selama 30 menit. Dalam pertemuan itu, Syahrial bercerita soal permasalahannya kepada Robin.

“(Pertemuan) setengah jam. Ya dia (Syahrial) menceritakan masalah dia,” ungkap Robin usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Pertemuan antara Robin dan Syahrial tersebut terjadi di rumah dinas Azis di Jakarta Selatan pada Oktober 2020.
Dalam pertemuan tersebut, Azis memperkenalkan Stepanus dengan Syahrial karena diduga Syahrial memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK agar tidak naik ke tahap penyidikan. Azis juga meminta agar Robin dapat membantu supaya nanti permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK.

Pasca pertemuan di rumah Azis, Robin menindaklanjutinya dengan mengenalkan Syahrial kepada pengacara bernama Maskur Husain untuk bisa membantu permasalahannya. Robin bersama Maskur sepakat untuk membuat komitmen dengan Syahrial terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk tidak ditindaklanjuti oleh KPK dengan menyiapkan uang sebesar Rp 1,5 miliar.

Syahrial menyetujui permintaan Robin dan Markus dengan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik Riefka Amalia, yang mana teman dari saudara Robin, dan juga Syahrial memberikan uang secara tunai kepada Robin hingga total uang yang telah diterima Robin sebesar Rp 1,3 miliar.

Pembukaan rekening bank oleh Robin dengan menggunakan nama Riefka dimaksud telah disiapkan sejak bulan Juli 2020 atas inisiatif Maskur. Setelah uang diterima, Robin kembali menegaskan kepada Maskur dengan jaminan kepastian bahwa penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai tidak akan ditindaklanjuti oleh KPK. Dari uang yang telah diterima oleh Robin dari Syahrial, lalu diberikan kepada Markus sebesar Rp 325 juta dan Rp 200 juta.

Markus juga diduga menerima uang dari pihak lain sekitar Rp 200 juta, sedangkan Robin dari bulan Oktober 2020 sampai April 2021 juga diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank atas nama Riefka Amalia sebesar Rp 438 juta.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Satreskrim Polres Tanjung Pinang Tak Berani Tunjukan Bukti Penersangkaan Kakek Hengky

Read Next

Kades Gondang Taman Beri Penjelasan Soal Pelaporan Warsito Dkk