23 May 2024, 21:29

KPK Panggil Kabag Sekretariat MKD DPR, Dalami Azis Syamsuddin?

KPK

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Kepala Bagian Sekretariat Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Chrysanti Permatasari, Senin (24/5/2021). Chrysanti akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap penanganan perkara yang menjerat penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP) dan Wali Kota Tanjungbalai Nonaktif M. Syahrial.

“Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SRP,” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (24/5/2021).

Selain Chrysanti, penyidik juga memanggil saksi lain. Yakni, Staf Hukum Operasional BCA Randy Bagas Prasetya; Ibu Rumah Tangga Riefka Amalia; Karyawan Swasta Eden Farm Angga Yudhistira, dan Ibu Rumah Tangga Putri Amalia. Kemudian, dua wiraswasta bernama Riski Cinde Awaliyah dan Agus Susanto, serta mahasiswa bernama Nikodemus Roy Pattuju.

KPK telah menetapkan Stepanus; Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial dan Maskur Husain selaku pengacara sebagai tersangka kasus ini. Stepanus Robin diduga meminta Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial untuk menyiapkan Rp 1,5 miliar. Diduga uang itu sebagai mahar agar kasus penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK tidak naik ke tahap penyidikan.

Dalam kasus ini, KPK menduga adanya keterlibatan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. Tim penyidik KPK sebelumnya telah menggeledah 3 rumah pribadi, rumah dinas, dan ruang kerja Azis Syamsuddin di DPR. Dari penggeledahan itu, tim penyidik mengamankan sejumlah barang bukti.

Selain itu, Azis juga telah dicegah berpergian ke luar negeri selama 6 bulan, terhitung sejak 27 April 2021. Tak hanya Azis, dua pihak swasta yakni Agus Susanto dan Aliza Gunado juga dicegah berpergian keuar negeri.

Robin sebelumnya mengakui pernah melakukan pertemuan dengan Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial di rumah dinas (rumdin) Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. Pertemuan yang juga dihadiri Azis Syamsuddin itu berlangsung selama 30 menit. Dalam pertemuan itu, Syahrial bercerita soal permasalahannya kepada Robin.

“(Pertemuan) setengah jam. Ya dia (Syahrial) menceritakan masalah dia,” ungkap Robin usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Pertemuan antara Robin dan Syahrial tersebut terjadi di rumah dinas Azis di Jakarta Selatan pada Oktober 2020.
Dalam pertemuan tersebut, Azis memperkenalkan Stepanus dengan Syahrial karena diduga Syahrial memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK agar tidak naik ke tahap penyidikan. Azis juga meminta agar Robin dapat membantu supaya nanti permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK.

Pasca pertemuan di rumah Azis, Robin menindaklanjutinya dengan mengenalkan Syahrial kepada pengacara bernama Maskur Husain untuk bisa membantu permasalahannya. Robin bersama Maskur sepakat untuk membuat komitmen dengan Syahrial terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk tidak ditindaklanjuti oleh KPK dengan menyiapkan uang sebesar Rp 1,5 miliar.

Syahrial menyetujui permintaan Robin dan Markus dengan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik Riefka Amalia, yang mana teman dari saudara Robin, dan juga Syahrial memberikan uang secara tunai kepada Robin hingga total uang yang telah diterima Robin sebesar Rp 1,3 miliar.

Pembukaan rekening bank oleh Robin dengan menggunakan nama Riefka dimaksud telah disiapkan sejak bulan Juli 2020 atas inisiatif Maskur. Setelah uang diterima, Robin kembali menegaskan kepada Maskur dengan jaminan kepastian bahwa penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai tidak akan ditindaklanjuti oleh KPK. Dari uang yang telah diterima oleh Robin dari Syahrial, lalu diberikan kepada Markus sebesar Rp 325 juta dan Rp 200 juta.

Markus juga diduga menerima uang dari pihak lain sekitar Rp 200 juta, sedangkan Robin dari bulan Oktober 2020 sampai April 2021 juga diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank atas nama Riefka Amalia sebesar Rp 438 juta.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

51 UMK Binaan Pertamina Naik Kelas

Read Next

Belajar Dari Jokowi, Mega Tidak Ingin Anak Tercinta Tersalip Ganjar