25 June 2022, 20:39

KPK: NFT Berpotensi jadi Tempat Pencucian Uang

Lili Pintauli Siregar

Lili Pintauli Siregar

daulat.co – Non-fungible token (NFT) dinilai berpotensi menjadi tempat pencucian uang hasil tindak pidana. Pun termasuk tindak pidana korupsi.

“Ini (NFT) memang berpotensi menurut KPK adalah pencucian uang bisa digunakan,” ucap Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lili Pintauli Siregar, di gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/1/2021).

NFT merupakan berkas digital yang identitas dan kepemilikannya unik lantaran diverifikasi pada block chain atau buku besar digital.

Modus cuci uang yakni, seseorang bisa membuat NFT. Kemudian bisa dibeli dengan uang hasil tindak pidana.

Menurut Lili, pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap indikasi pencucian uang tersebut. KPK disebut bisa melakukan penelusuran NFT ini dengan menggunakan teknologi blockchain untuk mengusut dugaan tindak pidana pencucian uang.

“Tentu kita juga akan melakukan tindakan untuk melakukan pemantauan ke arah sana. Kita hanya butuh peralatan lebih baik, karena kita masih meremajakan peralatan, ini bagian dari catatan kita di rapat,” ujar Lili.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Jadi Tersangka, Eks Bupati Buru Selatan dan Orang Kepercayaan Dijebloskan ke Bui

Read Next

Modus Pencucian Uang Eks Pegawai Pajak: Beli Aset Hingga Transfer ke Mantan Pramugari