28 February 2021, 07:07

KPK Minta Tak Ada Korupsi dalam Pengadaan Vaksin Covid-19

Rapid Test Covid-19 - dok KemenPANRB

Rapid Test Covid-19 – dok KemenPANRB

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar tak ada praktik rasuah terkait pengadaan vaksin virus Corona Covid-19. Demi mencegah terjadinya tindak pidana korupsi, lembaga antikorupsi akan mengawalnya.

“Kalau sudah ditemukan ada vaksinnya, tentu KPK akan mendampingi bagaimana agar kemudian vaksin ini efektif meyembuhkan Covid-19, tetapi juga efsisen tidak kemudian menimbulkan kerugian-kerugian negara,” tegas Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (21/12/2020).

Dikatakan Ghufron, pihaknya sudah melakukan pemantauan sejak virus Covid-19 ini masuk ke Indonesia. KPK bahkan sudah menerjunkan 10 tim dalam Satgas Covid-19, mulai dari pengadaan alat kesehatan hingga munculnya vaksin.

“Itu semua KPK akan melakukan pendampingan mulai dari rumusan kebijakan sampai ke pelaksanaan, itu yang akan kami lakukan. Sekali lagi demi sehatnya masyarakat, tapi juga demi tidak terkorupnya dana Covid-19,” ucap Ghufron.

Seperti diketahui, KPK dalam pengawalan dana terkait Covid-19 ini telah membongkar adanya tindak pidana suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19. Kasus suap bansos itu salah satunya menjerat Menteri Sosial Juliari Batubara jadi pesakitan.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Keseriusan Dipertanyakan, KPK-Kejaksaan Didesak Usut Dugaan Korupsi Mentan SYL

Read Next

KPK akan Dalami Dugaan Aliran Uang Eks Mensos Juliari ke Staf Puan Maharani