4 March 2021, 20:12

KPK Kasasi Putusan PT DKI Terhadap Eks Komisioner KPU Penerima Suap Caleg PDIP

KPK

daulat.co – Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta terhadap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina.
Keduanya merupakan terdakwa perkara dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024.

“Setelah mempelajari putusan atas nama terdakwa Wahyu setiawan dan Agustiani Tio F, Jumat (18/12/2020) tim JPU KPK yang diwakili Moch Tahdir menyatakan upaya hukum kasasi atas putusan PT DKI Jakarta tersebut,” ucap Plt Jubir KPK, Ali Fikri, Senin (21/12/2020).

Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta dalam putusannya diketahui mengabulkan banding Jaksa KPK dan menguatkan putusan Pengadilan Tipikor Jakarta yang menjatuhkan hukuman 6 tahun pidana penjara terhadap Wahyu Setiawan.

Namun, PT DKI tidak menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik terhadap Wahyu dan Agustiani seperti yang dituntut Jaksa Penuntut KPK.

Diakui Ali, pihaknya mengajukan Kasasi ke MA lantaran PT DKI tidak menjatuhkan hukuman dicabutnya hak politik Wahyu dan Agustiani.

Adapun alasan dan dalil selengkapnya, kata Ali, akan diuraikan Jaksa KPK dalam memori Kasasi yang akan segera diserahkan ke MA melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

“Adapun alasan Kasasi antara lain JPU memandang ada kekeliruan dalam pertimbangan putusan hakim tersebut terutama terkait tidak dikabulkannya pencabutan hak politik atas diri terdakwa. Alasan dan dalil selengkapnya akan JPU uraikan dalam memori kasasi yang akan segera diserahkan kepada MA melalui PN Jakarta Pusat,” ujar Ali.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta sebelumnya menjatuhkan hukuman 6 tahun pidana penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan terhadap Wahyu Setiawan.
Sementara Agustiani dihukum 4 tahun pidana penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan.

Majelis Hakim menyatakan Wahyu bersama-sama Agustiani Tio Fridelina telah menerima suap agar KPU menetapkan Harun Masiku sebagai anggota DPR melalui PAW menggantikan caleg terpilih (PDIP) Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Selain suap terkait pengurusan PAW Anggota DPR, dalam putusannya Majelis Hakim menyatakan Wahyu Setiawan terbukti bersalah telah menerima uang sebesar Rp 500 juta terkait seleksi anggota KPU Daerah Papua Barat periode 2020-2025.

Uang diberikan melalui Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat, Rosa Muhammad Thamrin Payapo. Dalam dakwaan Jaksa KPK, uang itu disebut berasal dari Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Suap Eks Bupati Cirebon, KPK Jebloskan Dirut PT Kings Property ke Bui

Read Next

Keseriusan Dipertanyakan, KPK-Kejaksaan Didesak Usut Dugaan Korupsi Mentan SYL