23 September 2021, 19:51

KPK Jebloskan Project Manager PT Wijaya Karya dan PPK Proyek Jalan Bengkalis ke Bui

Rutan Cabang KPK Kavling C1 – dok KPK

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Project Manager PT Wijaya Karya (PT WIKA), Didiet Hartanto (DH) dan staf pemasaran PT WIKA, Firjan Taufa (FT). Keduanya ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait proyek jalan di Kabupaten Bengkalis.

Selain Didiet dan Firjan, KPK juga menahan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Tirtha Adhi Kazmi (TAK). Ketiga tersangka itu ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) yang berbeda untuk 20 hari ke depan terhitung sejak 3 September 2021.

Tersangka Didiet Hadianto ditahan di Rutan belakang Gedung Merah Putih KPK. Firjan Taufan ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur. Sedangkan Tirtha Adhi Kazmi, ditahan di Rutan Gedung lama KPK, Kavling C1.

“Setelah memeriksa saksi sebanyak 101 orang terdiri dari pejabat penganggaran, pejabat terkait pengadaan, pejabat terkait lelang proyek pejabat terkait pelaksanaan proyek maupun pihak swasta, dilakukan upaya paksa penahanan untuk 20 hari pertama terhitung mulai 3 September sampai dengan 22 September 2021,” ucap Deputi Penindakan KPK, Karyoto saat jumpa pers, di gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2021).

Guna mencegah penyebaran virus Corona di lingkungan KPK, para tersangka akan diisolasi mandiri terlebih dahulu di Rutan Gedung lama KPK, selama 14 hari. “Tersangka akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari sebagai salah satu upaya mengantisipasi penyebaran covid-19 di dalam lingkungan rutan KPK,” ujar Karyoto.

Terkait konstruksi perkara, dijelaskan Karyoto, Didiet Hartanto dan Tirtha Adhi Kazmi dalam proses pelaksanaan pekerjaan Peningkatan Jalan Lingkar Bukit Pulau Bengkalis Kab. Bengkalis berperan aktif dalam memanipulasi penyusunan berbagai dokumen proyek.

Dimana seolah telah selesai dikerjakan 100 % sehingga bisa dilakukan pencairan pembayaran termin terakhir diakhir Desember 2015 dimana saat itu belum dilaksanakan serah terima pertama pekerjaan. Adapun Firjan Taufa, ujar  Karyoto, turut memfasilitasi pertemuan antara M. Nasir selaku PPK dengan pihak-pihak internal PT WIKA.

“Diantaranya terkait dugaan pemberian sejumlah uang terhadap MN (M. Nasir),” kata Karyoto

Dalam pelaksanaan pekerjaan, kata Karyoto, Firjan Taufa juga selalu berkoordinasi dengan Didiet Hartanto mengenai dugaan
pengkondisian pelaksanaan Proyek Peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu – Siak Kecil.

“Akibat perbuatan para Tersangka, diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara
sejumlah sekitar Rp 129 Miliar dari nilai proyek sebesar Rp 359 Miliar,” ungkap Karyoto.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Korupsi Perum Jasa Tirta II, KPK Tahan Psikolog Andririni Yaktiningsasi

Read Next

Menko PMK Tinjau Vaksinasi Untuk Disabilitas dan Pesantren di Surakarta