24 June 2024, 17:07

KPK Jebloskan 11 Mantan Legislator Sumut ke Jeruji Besi

daulat.co – 11 orang mantan anggota DPRD Sumatera Utara akhirnya dijebloskan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke jeruji besi. Mereka ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait fungsi dan kewenangan DPRD Sumatera Utara.

“Setelah melakukan proses penyidikan, KPK menahan 11 orang Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2009-2014 dan atau 2014-2019,” ucap Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Ke-11 mantan legislator yang ditahan itu yaitu Sudirman Halawa, Rahmad Pardamean Hasibuan, Megalia Agustina, Ida Budiningsih, Syamsul Hilal, dan Robert Nainggolan. Kemudiam Ramli, Layani Sinukaban, Japorman Saragih, Jamaluddin Hasibuan, serta Irwansyah Damanik.

Ke-11 mantan anggota DPRD Sumut itu ditahan selama 20 hari pertama terhitung sejak 22 Juli 2020 hingga 10 Agustus 2020 di sejumlah dua Rutan berbeda.

“Tersangka SH (Sudirman Halawa), R (Ramli), SHI (Syamsul Hilal), ID (Irwansyah Damanik), MA (Megalia Agustina), IB (Ida Budiningsih) ditahan di Rutan Cabang KPK pada Gedung Merah Putih KPK.

Sementara tersangka RN (Robert Nainggolan), LS (Layani Sinukaban), JS (Japorman Saragih), JH (Jamaluddin Hasibuan), RPH (Rahmad Pardamean Hasibuan),m ditahan di Rutan Cabang KPK di Rutan Pomdam Jaya Guntur,” ujar Ghufron.

Selain 11 mantan legislator itu, penyidik sedianya mengagendakan pemeriksaan terhadap tiga mantan anggota DPRD Sumut, yakni Nurhasanah, Ahmad Hosein Hutagalung, dan Mulyani.

Namun ketiganya mangkir dari panggilan penyidik KPK. KPK mengultimatum tiganya untuk koperatif memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai tersangka kasus tersebut.

“Terhadap para Tersangka yang hari ini  tidak memenuhi panggilan KPK, kami ingatkan agar segera memenuhi panggilan untuk dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka,” tegas Ghufron.

KPK sebelumnya menetapkan 14 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan atau periode 2014-2019 sebagai tersangka kasus dugaan suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot itu, yakni Sudirman Halawa, Rahmad Pardamean Hasibuan, Nurhasanah, Megalia Agustina, Ida Budiningsih, Ahmad Hosein Hutagalung, Syamsul Hilal, Robert Nainggolan, Ramli, Mulyani, Layani Sinukaban, Japorman Saragih, Jamaluddin Hasibuan, dan Irwansyah Damanik.

Mereka diduga menerima suap dari Gatot selaku Gubernur Sumut ketika itu terkait fungsi dan kewenangan sebagai anggota DPRD Sumut. Diduga uang yang diterima 14 tersangka dari Gatot itu terkait dengan persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut TA 2012 sampai dengan 2014 dan persetujuan perubahan APBD Provinsi Sumatera Utara TA 2013 dan 2014.

Selain itu, para legislator ini juga diduga menerima suap terkait pengesahan APBD Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2014 dan 2015 serta penolakan penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Sumatera Utara pada 2015.

Para tersangka itu disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Ayat (1) dan Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Ke-14 legislator ini menambah panjang anggota DPRD Sumut yang dijerat KPK. Sebelumnya, Lembaga Antikorupsi telah menetapkan 50 anggota dan mantan anggota DPRD Sumut sebagai tersangka dalam kasus ini.

Para tersangka itu diduga menerima suap dari Gatot Pujo Nugroho selaku Gubernur Sumut dengan nilai suap yang beragam.

Mereka saat ini sedang menjalani pidana masing-masing setelah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan dengan hukuman rata-rata 4 tahun hingga 6 tahun penjara.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Kemensos Sesalkan Pemberitaan Keracunan Ikan Tongkol di Pemalang Berasal Dari Bantuan PKH

Read Next

Muhammadiyah dan NU Mundur dari Program POP Kemendikbud