24 May 2024, 01:49

KPK Janji Tuntaskan Kasus Korupsi PT Nindya Karya

dok KPK

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkomitmen menuntaskan kasus dugaan korupsi yang menjerat PT Nindya Karya (Persero). Hal tersebut sejurus dengan harapan dan keinginan masyarakat terkait penyelesaian perkara lama yang belum tuntas.

Demikian disampaikan Ketua KPK Firli Bahuri. Diketahui, penyidikan perkara dugaan korupsi dalam pelaksanaan proyek pembangunan Dermaga Bongkar pada Kawasan Perdagangan Bebas di Aceh itu telah dimulai sejak 2018 lalu.

KPK menduga, PT Nindya Karya bersama PT Tuah Sejati telah merugikan negara sekira Rp 313 miliar dari nilai proyek pembangunan Dermaga Bongkar pada Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang sebesar Rp 793 miliar.

“Kami sangat memahami keinginan dan harapan masyarakat karena itu kami terus bekerja. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan perkara yang belum selesai,” kata Firli, Senin (9/8/2021).

Dikatakan Firli, penyidikan terhadap PT Nindya Karya sejauh ini sudah dinyatakan rampung dan akan segera masuk ke tahap persidangan. Firli berharap publik ikut mengawasi kasus ini, dimana nantinya semua temuan KPK akan dibeberkan lebih jauh di hadapan majelis hakim.

“Nanti pada saatnya, akan disampaikan ke publik,” ucap Firli.

Kasus yang menjerat PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati merupakan pengembangan dari penyidikan tersangka sebelumnya, yakni Kepala PT Nindya Karya Cabang Sumut dan Nangroe Aceh Darussalam, Heru Sulaksono, PPK Satker Pengembangan Bebas Sabang, Ramadhany Ismy, Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang, Ruslan Abdul Gani, dan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang, Teuku Syaiful Ahmad.

Dalam kasus ini, PT Nindya Karya yang merupakan perusahaan BUMN pertama yang menyandang status tersangka KPK bersama PT Tuah Sejati diduga terlibat merugikan negara sekitar Rp 313 miliar dari nilai proyek pembangunan Dermaga Bongkar pada Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang sebesar Rp793 miliar. PT Nindya Karya mendapat keuntungan sebesar Rp 44,68 miliar.

Sementara PT Tuah Sejati mendapat keuntungan sebesar Rp 49,9 miliar. Untuk kepentingan penyidikan kasus ini, KPK telah menyita sejumlah aset milik PT Tuah Sejati senilai sekitar Rp 20 miliar. KPK juga telah memblokir rekening PT Nindya Karya senilai Rp 44 miliar.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

KPK Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi di Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara

Read Next

Menkes Lantik Kunta Wibawa Jadi Sekjen Baru