30 May 2024, 07:25

KPK Ingatkan Rudy Hartono dan Anja Runtunewe Untuk Kooperatif

daulat.co – Pengusaha Rudy Hartono Iskandar dan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene tak memenuhi panggilan pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa 23 Maret 2021.

Padahal, keduanya sedianya diagendakan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan tanah oleh Pemprov DKI Jakarta di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, tahun anggaran 2019.

“Tidak hadir dan mengonfirmasi untuk dilakukan penjadwalan ulang yang akan diagendakan kembali oleh tim penyidik KPK,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan.

Ali mengatakan, Rudy tak hadir pada panggilan pertama ini dan meminta penjadwalan ulang. “Diagendakan ulang pada Kamis (25/3),” kata Ali.

Sementara, Anja yang juga istri Rudy sudah diagendakan diperiksa KPK pada Senin (22/3/2021) kemarin. Namun, dia tak memenuhi pemeriksaan dan meminta pemanggilan pada hari ini.

Akan tetapi, Anja kembali mangkir dari panggilan penyidik KPK pada hari ini. Lagi, Anja justru meminta kembali penjadwalan ulang pemeriksaannya.

“Anja Runtunewe konfirmasi tidak hadir hari ini dan diagendakan pada Rabu besok,” ucap Ali.

Atas ketidakhadiran itu, KPK memberikan peringatan kepada pasangan suami istri tersebut. Keduanya diminta kooperatif untuk memenuhi panggilan pemeriksaan.

“KPK kembali mengingatkan pada pihak-pihak yang dipanggil tim penyidik tersebut untuk kooperatif hadir sebagaimana jadwal yang telah ditentukan,” tegas Ali.

Nama Rudy Hartono sudah tidak asing terkait dugaan makelar tanah di Pemprov DKI Jakarta. Sebelumnya, Rudy pernah terseret kasus hukum lantaran menjual lahan yang merupakan aset Pemprov DKI Jakarta di Cengkareng Barat.

Rudy selaku kuasa Toeti Noezlar Soekarno menjual lahan itu kepada Pemprov DKI saat era Basuki Tjahaja Purnama pada 2015. Lahan seluas 4,6 hektar di Cengkareng Barat itu dibeli Rp 668 miliar.

Kasus tersebut pernah dilaporkan oleh Pemprov DKI Jakarta ke Bareskrim Polri, namun hingga saat ini mangkrak.

Tak hanya itu, Pemprov DKI juga mengajukan gugatan ke pengadilan, yang kini sudah inkrah dengan vonis kubu Toeti bersalah dan wajib mengembalikan uang penjualan lahan.
Keputusan Pengadilan Tinggi itu tertuang dalam surat keputusan dengan nomor 35/PDT/2018/PT.DKI bertanggal 27 Maret 2018.

Diketahui, KPK telah meningkatkan kasus dugaan korupsi terkait pembelian tanah di kawasan Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kotamadya Jakarta Timur, Tahun 2019, ke tahap penyidikan.

Tanah yang dibeli itu seluas 41.921 meter persegi. Indikasi kerugian negara dalam kasus ini diduga sebesar Rp 100 miliar, terjadi karena ada selisih harga tanah Rp 5.200.000 per m2 dengan total pembelian Rp 217.989.200.000.

KPK dikabarkan telah menetapkan empat pihak sebagai tersangka. Mereka antara lain, YC selaku Dirut PSJ, AR dan TA. Selain itu, KPK juga menetapkan PT. AP selaku penjual tanah sebagai tersangka.

Terkait proses penyidikan kasus inu,  penyidik KPK sudah memanggil Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene pada Senin (22/3/2021). Namun, Anja tak hadir dan meminta agenda ulang pemeriksaa pada hari ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Anja merupakan istri Rudy Hartono.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Mantap! Tahun 2020 Laba Bersih Diagnos Lab Melesat 468 Persen

Read Next

Penyuap Eks Sekretaris Mahkamah Agung Dituntut 4 Tahui Bui