25 June 2022, 21:14

KPK Ingatkan Ketua Bappilu Demokrat Andi Arif Kooperatif

Ali Fikri

Ali Fikri

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arif untuk kooperatif memenuhi panggilan pemeriksaan. Lembaga antikorupsi beralasan pemanggilan pemeriksaan terhadap Andi Arief sesuai dengan kebutuhan penyidikan kasus
dugaan suap proyek dan perizinan di Pemkab Penajam Paser Utara.

Dalam kasus ini, Andi Arif hari ini, Senin (28/3/2022) sedianya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Bupati nonaktif Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud. Namun, Andi Arief dalam cuitan melalui akun Twitter miliknya mengeklaim tidak menerima surat pemanggilan dari KPK. Dia bahkan mengklaim tidak memiliki kaitan dengan kasus suap yang menjerat Abdul Gafur Mas’ud.

“Kami ingin sampaikan bahwa tentu tim penyidik KPK memanggil pihak-pihak sebagai saksi karena ada kebutuhan proses penyidikan, yang diharapkan dengan keterangan saksi maka perbuatan dari para tersangka ini akan semakin jelas dan terang,” ucap Plt Jubir KPK, Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, Senin (28/3/2022).

“Prinsipnya tentu kami berharap siapa pun ketika dipanggil oleh tim dari KPK kooperatif hadir memenuhi pangilan dan sampaikan apa yang dia ketahui, dia rasakan, dia alami di hadapan tim penyidik tentunya,” ditambahkan Ali.

Ditegaskan Ali, sepatutnya Andi Arief menyampaikan langsung kepada penyidik jika mengeklaim tidak terkait dengan kasus suap yang menjerat Abdul Gafur Mas’ud.

“Kalau kemudian ada pihak yang merasa tidak ada hubungannya dengan perkara ini ataupun merasa tidak tahu silakan kooperatif hadir kemudian sampaikan langsung di hadapan teman-teman tim penyidik sehingga menjadi jelas juga apa yang kemudian ingin dia sampaikan setelah kemudian kami panggil sebagai saksi tentunya,” ujar Ali.

Dipastikan Ali, pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan sesuai alamat rumah Andi Arief dan sudah diterima sejak 24 Maret 2022. Sebab itu, KPK memastikan tidak ada kesalahan dalam agenda pemeriksaan Andi Arief pada hari ini.

“Hari ini benar kami memanggil saksi atas nama Andi Arief, di data kami memang tertulis wiraswasta dan Wasekjen Partai Demokrat. Kami sudah telusuri juga surat pemanggilan terhadap yang bersangkutan tertanggal 23 Maret 2022, dan sudah diterima di tanggal 24 Maret 2022, alamat yang kami miliki ada di Cipulir,” terang Ali.

Diduga pemeriksaan ini berkaitan dengan status Abdul Gafur sebagai kader Partai Demokrat dan Ketua DPC Partai Demokrat Balikpapan. Sebelum ditangkap KPK, Abdul Gafur sempat mencalonkan diri sebagai ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur.

Apalagi, saat ditangkap tim satgas KPK di sebuah mal di Jakarta pada 12 Januari 2022 lalu, Abdul Gafur sedang bersama Bendahara DPC Partai Demokrat Balikpapan, Nur Afifah Balqis.

Saat dicokok keduanya sedang membawa uang tunai Rp 1 miliar. Namun demikian, belum diketahui materi yang bakal didalami tim penyidik saat memeriksa Andi Arief.

Selain Abdul Gafur dan Nur Afifah, KPK juga menetapkan empat tersangka lain kasus ini. Mereka yakni, Plt Sekda Penajam Paser Utara, Muliadi; Kadis PUTR Penajam Paser Utara, Edi Hasmoro; Kabid Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Jusman; serta Achmad Zuhdi alias Yudi yang merupakan pihak swasta.

KPK saat ini sedang mendalami dugaan adanya aliran dana dari Abdul Gafur kepada Partai Demokrat. Termasuk mendalami asal usul dan peruntukan uang Rp 1 miliar yang dibawa Abdul Gafur dan Nur Afifah ke Jakarta.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Suap PPU, KPK Periksa Ketua Bappilu Demokrat Andi Arif

Read Next

Penyuap Bupati Langkat Terbit Perangin Angin Segera Diadili di PN Jakarta Pusat