25 June 2022, 21:39

KPK Geledah Sejumlah Tempat di Pemkab Bogor

Penyidik KPK

daulat.co – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah tempat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Kamis (28/4/2022). Penggeledahan ini terkait proses pengusutan kasus dugaan suap terkait pengurusan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, tahun anggaran 2021 yang menjerat Bupati Bogor Ade Yasin.

“Benar, informasi yang kami terima, hari ini tim penyidik melakukan kegiatan penggeledahan di beberapa tempat di lingkungan Pemkab Bogor,” ucap Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya.

Namun, Ali tak merinci tempat-tempat yang disasar penyidik KPK. Belum diketahui juga apa saja yang berhasil ditemukan atau diamankan dari penggeledahan itu.

“Saat ini kegiatan masih berlangsung. Akan kami informasikan lebih lanjut,” tutur Ali.

Diketahui KPK menetapkan Ade Yasin, sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor, tahun anggaran 2021. Selain Ade Yasin, KPK menetapkan tujuh tersangka yang berstatus ASN. Mereka yakni, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Maulana Adam; Kasubdit Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor, Ihsan Ayatullah, PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Rizki Taufik.

Kemudian Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Kasub Auditor IV Jawa Barat 3 Pengendali Teknis, Anthon Merdiansyah; Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor, Arko Mulawan; Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/pemeriksa, Hendra Nur Rahmatullah Karwita, dan Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/pemeriksa, Gerri Ginajar Trie Rahmatullah.

KPK menduga Ade Yasin menyuap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Jawa Barat agar Kabupaten Bogor mendapat predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Selama proses audit tersebut, Ade Yasin lewat anak buahnya memberikan uang kepada para auditor BPK total sekitar Rp 1,9 miliar. 

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Ketua KPK Sebut Belum Ada Bukti Keterlibatan Ganjar Pranowo di Kasus e-KTP

Read Next

Ade Yasin: Saya Dipaksa Bertanggung Jawab Atas Perbuatan Anak Buah Saya