27 May 2024, 14:28

KPK Duga Tin Zuraida Istri Nurhadi Gunakan Plat Nopol KemenPAN & RB

Tin Zuraida - ist

Tin Zuraida – ist

daulat.co – Tin Zuraida, istri eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi diduga menggunakan pelat nomor polisi milik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Dugaan itu sedang didalami Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ihwal penggunaan pelat nomor polisi milik Kemenpan RB itu mencuat pasca pemeriksaan Kepala Pool Mobil Dinas pada Kemenpan RB, Taryono pada Senin (29/3/2021) kemarin. Taryono diperiksa sebagai saksi kasus dugaan penggunaan pelat mobil KemenPAN-RB di kasus pelarian mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dengan tersangka Ferdy Yuman (FY).

“Taryono (Kepala Pool Mobil Dinas pada Kemenpan RB) antara lain dikonfirmasi terkait dengan dugaan penggunaan plat nomor polisi milik Kemenpan RB oleh Tin Zuraida untuk keperluan pihak tertentu,” ucap Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (30/3/2021).

Namun, Ali enggan membeberkan lebih jauh soal dugaan penggunaan plat mobil dinas kementerian yang saat ini digawangi oleh politikus PDIP Tjahjo Kumolo itu.

Berdasarkan informasi, buron KPK terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi Nurhadi, Hiendra Soenjoto disebut-sebut melarikan diri dengan menggunakan mobil pelat ‘RFO’. Pelat mobil itu diduga terkait dengan Kementerian PAN-RB.

Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo tak membantah bahwa pelat itu merupakan pelat mobil dinas dari KemenPAN-RB. Dikatakan Tjahjo, Tin Zuraida sempat menjadi salah satu pejabat di KemenPAN-RB.

Kata Tjahjo, sebelum Tin Zuraida pensiun pada Februari 2020, mendapat fasilitas mobil dinas dengan pelat itu. Lebih lanjut dikatakan Tjahjo, mobil dinas itu sudah dikembalikan kepada KemenPAN-RB saat Tin mengajukan pensiun.

Selain memeriksa Taryono, KPK memeriksa Rizki Aulia. Dari anak Nurhadi itu penyidik mendalami proses penyewaan rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan.

“Antara lain di konfirmasi terkait proses penyewaan rumah yang berlokasi di Simprug Jaksel dan juga mengenai pengetahuan saksi soal keberadaan tersangka FY setelah dilakukan penangkapan terhadap tsk NHD dan RH oleh Tim Penyidik KPK saat itu,” ujar Ali.

Ferdy merupakan supir yang bekerja untuk keluarga menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono, sejak 2017. Dalam kasus ini, Ferdy Yuman ditetapkan sebagai tersangka karena diduga ikut membantu menyembunyikan Nurhadi, yang sempat menjadi buron KPK. Dia ditangkap KPK pada Minggu (10/1/2021) di Malang, Jawa Timur.

Ferdy disebut berperan besar dalam upaya Nurhadi sembunyi dari kejaran KPK. Salah satunya adalah ketika KPK berupaya menangkap Nurhadi pada Juni tahun lalu di Jalan Simprug Golf 17 Suites 1, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Ferdy saat itu telah menunggu di dalam mobil Toyota Fortuner hitam dengan pelat nomor kendaraan yang diduga palsu. Mobil itu terparkir di luar pintu gerbang rumah untuk bersiap-siap menjemput Rezky Herbiyono bersama keluarganya.

Saat tim mendekati mobil tersebut, Ferdy langsung pergi dengan mengemudi menggunakan kecepatan tinggi dan menghilang. Sedangkan tim KPK kembali ke arah rumah Nurhadi dan berhasil menangkap dan mengamankan Nurhadi dan Rezky Herbiyono di dalam rumah tersebut.

Selain itu, Ferdy  juga berperan aktif dalam penyewaan rumah di Jalan Golf 17 Suite 1 yang digunakan Nurhadi dan Rezky Herbiyono dalam pelariannya. Pada 11 Februari 2020, KPK telah menerbitkan daftar pencairan orang (DPO) atas nama tersangka Nurhadi, Rezky Herbiyono, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

Pada bulan yang sama, Nurhadi bersama dengan istrinya Tin Zuraida dan keluarga Nurhadi lainnya beserta dua asisten rumah tangga menempati rumah di Jalan Simprug Golf 17 Suites 1 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan itu.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Guru Swasta Harus Mendapatkan Perhatian Yang Sama Dengan Guru Honorer Sekolah Negeri

Read Next

Pakai Plat Nopol KemenPANRB, Tin Zuraida Diduga Fasilitasi Buronan KPK Kabur