24 June 2024, 17:34

KPK Didesak Objektif Tangani Dugaaan Gratifikasi yang Seret Nama Wamenkumham

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta objektif menangani dugaan gratifikasi senilai Rp 7,7 miliar yang menyeret nama Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej. Jika ditemukan bukti permulaan yang cukup, lembaga antikorupsi juga diminta menaikan status dugaan tersebut ke tahap penyelidikan.

“Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak agar KPK dapat bertindak objektif dalam penanganan perkara ini. Jika setelah didalami ditemukan bukti permulaan yang cukup, KPK harus menaikkan status penanganan perkaranya ke tingkat penyelidikan,” ucap Peneliti ICW Kurnia Ramadhana melalui keterangan tertulis, dikutip Selasa (28/3/2023).

Diketahui, Wamen Eddy dilaporkan oleh Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso ke KPK atas dugaan gratifikasi dimaksud beberapa waktu lalu. Selang beberapa hari dari pelaporan itu, Eddy langsung mendatangi kantor KPK untuk memberikan klarifikasi. Kurnia menilai janggal langkah yang ditempuh Eddy itu.

“Bagi kami, forum klarifikasi itu terlihat janggal. Bagaimana tidak, Eddy baru dilaporkan pada 14 Maret 2023. Ini mengartikan, jika mengikuti tanggalan hari kerja, praktis baru tiga hari KPK menerima laporan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Eddy,” ujar Kurnia.

“Logika yang benar, KPK harusnya menelaah di bagian pengaduan masyarakat terlebih dahulu, kemudian menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan, bukan malah langsung mendengar klarifikasi dari pihak terlapor (Eddy Hiariej),” kata Kurnia menambahkan.

Sebab itu, ICW mendesak KPK untuk objektif menangani dugaan tersebut. ICW juga mempertanyakan tindak lanjut dari KPK atas laporan itu. Pada waktu yang bersamaan, kata Kurnia, Dewan Pengawas sebagai fungsi kontrol harus benar-benar mencermati secara serius penanganan dugaan ini.

“Hal tersebut penting agar proses hukumnya berjalan tanpa campur tangan pihak manapun,” tandas Kurnia.

Eddy sebelumnya dilaporkan ke KPK oleh IPW pada Selasa (14/3/2023). IPW menduga Wamen Eddy menerima gratifikasi sebesar Rp 7 miliar melalui dua asprinya YAR dan YAM.

Adapun Eddy menilai laporan Sugeng Teguh Santoso ke KPK terhadap dirinya sudah tendensius mengarah ke fitnah. Eddy dengan tegas membantah tudingan tersebut.

Itu disampaikan Eddy Hiariej usai memberikan klarifikasi kepada KPK atas laporan tersebut. Terkait laporan, Eddy mengaku sudah mengklarifikasi ke KPK disertai dengan bukti-bukti.

(Rangga)

Read Previous

Anggota Komisi XI Nilai Perubahan Sistem Digital Bisa Hentikan Kasus di Kemenkeu

Read Next

KPK Tetapkan Bupati Kapuas dan Anggota DPR Fraksi NasDem Tersangka