19 June 2024, 16:48

KPK Dalami Andil Pengurus PDIP di Suap PAW Lewat Ketua KPU

daulat.co – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan keterlibatan pengurus PDIP dalam sengkarut suap Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI 2019-2024 asal PDIP. Salah satu upaya dilakukan lembaga antikorupsi dengan memeriksa Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman.

Arief Budiman, hari ini Selasa (28/1/2020) diperiksa sebagai saksi sekaligus untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Saeful Bahri (SAE). Saeful Bahri disebut-sebut merupakan salah satu staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di DPP PDIP.

PDIP diketahui mengajukan kadernya Harun Masiku untuk duduk menjadi legislator Senayan menggantikan Nazarudin Kiemas yang tutup usia. Namun dalam prosesnya, upaya muluskan Harun Masiku berujung rasuah suap menyuap yang akhirnya menjerat
Komisoner KPU Wahyu Setiawan jadi pesakitan.

“Terkait cara kami merespons menjawab surat-surat dari PDIP terkait dengan perkara ini,” ungkap Arief Budiman usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta.

Selama rapat pleno, dipastikan Arief, tidak pernah ada beda pendapat antara Wahyu dan komisioner lainnya atau semua komisioner satu suara. Berdasarkan rapat pleno, KPU memutuskan pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

“Pokoknya KPU sudah mengambil keputusan sebagaimana surat yang sudah kami kirimkan sebagai jawaban,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan ini, sambung Arief, penyidik juga menanyakan apakah dirinya ikut menerima uang dari Harun Masiku. “Saya bilang tidak lah. Saya tidak terima uang,” kata Arief.

Selain Arief, KPK juga memanggil Komisioner KPU, Viryan Aziz; Kabag Umum KPU, Yayu Yuliana; Kabiro Tekhnis KPU, Nur Syarifah; Kasubag Pemungutan, Perhitungan Suara, dan Penetapan Hasil Pemilu KPU, Andi Bagus Makawaru; dan Bagian Legal VIP Money Changer, Carolina. Mereka juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Saeful Bahri (SAE).

Usai diperiksa, Viryan mengaku dicecar penyidik mengenai proses PAW anggota DPR. Terutama menyangkut permintaan PDIP agar KPU menetapkan Harun Masiku sebagai anggota DPR menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019. Menurut Viryan, dirinya telah menyampaikan kepada penyidik mengenai proses yang terjadi di KPU.

“Seputar pergantian PAW. Pergantian calon terpilih dari Riezky Aprilia dengan Harun Masiku,” ungkap Viryan.

Sama seperti Arief, seluruh Komisioner KPU selama proses pembahasan sepakat untuk menetapkan Riezky Aprilia sebagai anggota DPR dan menolak permintaan PDIP.

“Peran biasa saja kita sama-sama berpendapat. Tidak ada hal yang berbeda dengan kasus tersebut, jadi semua anggota KPU RI berpendapat sama. Bahwa penggantian calon terpilih tidak dapat terlaksanakan. Tidak ada (perbedaan pandangan). Kita semua sama, bahwa penggantian calon terpilih atau PAW tidak dapat dilakukan,” ujar Viryan.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proses Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPR RI. Yakni, mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan (WSE), mantan Anggota Bawaslu sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF). Kemudian, Calon Anggota Legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Harun Masiku (HAR) dan pihak swasta, Saeful (SAE).

Wahyu dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

Dalam perkara ini, Wahyu diduga meminta fee sebesar Rp 900 juta untuk meloloskan Harun Masiku sebagai anggota DPR pengganti Nazarudin Kiemas yang telah meninggal dunia. Namun Wahyu baru akan menerima Rp 600 Juta dari proses pelolosan tersebut.

Uang Rp 600 Juta dibagi dalam dua tahapan. Pada tahapan pertama, ada aliran suap Rp 400 juta yang saat ini masih didalami sumbernya. Hanya saja, Wahyu hanya menerima senilai Rp 200 Juta dari total Rp 400 Juta. Sisanya atau senilai Rp 200 Juta, diduga digunakan oleh pihak lain.

KPK saat ini baru menahan Wahyu Setiawan, Saeful, dan Agustiani Tio Fridelina. Sementara Harun Masiku, saat ini masih diburu oleh KPK. KPK sudah mendaftarkan Harun Masiku ke Polri sebagai buronan.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Jokowi Minta Dukungan Semua Pihak Wujudkan Visi Pemerintah

Read Next

Tujuh Pejabat Eselon I Kemenhub Dilantik