22 January 2022, 16:33

KPK Cecar Dirut Jasa Marga Terkait Proyek Fiktif Waskita Karya

Febri Dianto

daulat.co – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan memeriksa terhadap Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga, Desi Arryani, Senin (28/10/2019). Desi akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pekerjaan fiktif di 14 proyek yang digarap PT Waksita Karya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Desi diagendakan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman. Desi diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Divisi III PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Diduga pemeriksaan ini dilakukan penyidik untuk mendalami sejumlah dokumen penting terkait kasus dugaan korupsi proyek-proyek yang digarap Waskita Karya. Dokumen-dokumen tersebut disita tim penyidik saat menggeledah rumah Desi pada 11 Februari 2019 lalu.

Selain rumah Desi, tim penyidik saat itu juga menggeledah dua rumah yang berada di kawasan Makasar, Jakarta Timur milik pensiunan PNS Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera).

“Yang bersangkutan (Desi Arryani) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka FR (Fathor Rachman),” ucap Febri Diansyah.

Selain Desi, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa Direktur PT Mer Engineering bernama Ari Prasodo dan seorang karyawan PT Waskita Karya Imam Bukhori. Keduanya juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Fathor Rachman.

Fathor dan mantan Kabag Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar dalam kasus ini diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Proyek-proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

Sebenarnya, proyek-proyek tersebut telah dikerjakan oleh perusahaan lainnya. Namun tetap dibuat seolah-olah akan dikerjakan oleh empat perusahaan.

Empat perusahaan yang teridentifikasi sampai saat ini itu tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak. Atas subkontrak pekerjaan fiktif ini, selanjutnya PT Waskita Karya melakukan pembayaran kepada perusahaan subkontraktor tersebut.

Setelah menerima pembayaran, perusahaan-perusahaan subkontraktor itu menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya itu kepada sejumlah pihak. Pun termasuk yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Ariandi dan Fathor.

Diduga keuangan negara ditaksir menderita kerugian hingga Rp 186 miliar. Perhitungan itu merupakan jumlah pembayaran dari PT Waskita Karya kepada perusahaan-perusahaan subkontraktor pekerjaan fiktif itu.

Tim penyidik dalam mengusut kasus in telah menyita sejumlah dokumen penting. Dokumen-dokumen terkait proyek yang digarap PT Waskita Karya itu disita tim penyidik saat menggeledah sejumlah lokasi beberapa waktu lalu.

Salah satunya rumah Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga, Desi Arryani. Sebelum menjabat sebagai Dirut Jasa Marga, Desi diketahui merupakan Direktur Operasi I PT Waskita Karya. (Rangga Tranggana)

Read Previous

Jokowi Tegaskan Komitmen Majukan Infrastruktur Papua

Read Next

Gubernur Sumut; Jasmani Bugar, Perbankan Juga Harus Sehat