23 September 2021, 18:21

KPK Bergerak ke Probolinggo, Geledah Sejumlah Tempat

Penyidik KPK

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah tempat di wilayah Probolinggo, Rpopinsi Jawa Timur, terkait kasus dugaan korupsi yang menyeret Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, Kamis 2 September 2021.

Penggeledahan terkait proses penyidikan kasus dugaan korupsi terkait seleksi jabatan dilingkungan pemerintah kabupaten probolinggo pada 2021 yang juga menjerat Wakil Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Nasdem, Hasan Aminuddin.

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, salah satu tempat yang digeledah Tim Penyidik KPK yakni rumah dinas Bupati Probolinggo. “Saat ini Tim masih berada dilapangan dan sedang melakukan pencarian dan pengumpulan bukti yang terkait dengan perkara ini,” kata Ali.

Ali belum bisa membeberkan barang yang ditemukan di rumah dinas tersebut. KPK berjanji akan membeberkan temuannya ke masyarakat setelah penggeledahan rampung.

“Perkembangan informasi mengenai kegiatan dimaksud, nantinya akan segera kami sampaikan kembali,” tutur Ali.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan suaminya yang juga anggota DPR dari Fraksi Nasdem, Hasan Aminuddin ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi atau jual beli jabatan penjabat kepala desa di lingkungan pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun 2021.

Selain pasangan suami istri itu, KPK juga menjerat 20 orang lainnya sebagai tersangka kasus tersebut.

“KPK menetapkan 22 orang tersangka dalam perkara ini,” ucap Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (31/8/2021) dinihari.

Adapun penetapan tersangka ini dilakukan KPK setelah memeriksa intensif Puput, Hasan dan delapan orang lainnya yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (30/8/2021) pagi.

Sementara 20 tersangka lain yakni, Camat  Krejengan, Doddy Kurniawan; Camat Paiton, Muhammad Ridwan; Pejabat  Kades Karangren, Sumarto; Ali Wafa; Mawardi, Mashudi; Maliha; Mohammad Bambang; Masruhen; Abdul Wafi, Kho’im; Ahkmad  Saifullah; Jaelani; Uhar; Nurul Hadi; Nuruh  Huda; Hasan; Sahir; Sugito; dan Samsuddin

Puput dan Hasan ditetapkan sebagai tersangka penerima suap Doddy Kurniawan dan Muhammad Ridwan. Keempatnya dijerat dengan Pasal 12 huruf  a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara 18 orang lainnya, ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. 18 orang tersangka itu dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999  sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak  Pidana  Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Menhub Lepas Masa Tugas Dirjen Perhubungan Laut Agus H. Purnomo

Read Next

Dinas Pendidikan Pemalang Segera Ajukan Perluasan PTM