24 June 2024, 18:01

KPK Banding Vonis Eks Dirut Jasa Tirta II Djoko Saputro

Palu hakim - ist

Palu hakim – ist

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan banding atas vonis Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Bandung terhadap Mantan Direktur Utama (Dirut) Perum Jasa Tirta II Djoko Saputro. Lembaga antikorupsi menempuh upaya hukum lanjutan tersebut lantaran putusan mejelis hakim belum memenuhi rasa keadilan masyarakat.

“Terkait putusan tersebut KPK telah menyatakan banding pada hari Kamis tanggal 28 Mei 2020,” ucap Plt Jubir KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Sabtu (6/6/2020).

Dikatakan Ali, saat ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan segera menyusun memori bandingnya. “Dimana JPU nanti akan menguraikan lebih lanjut mengenai alasan dan dalil sehingga KPK melakukan upaya hukum tersebut,” ujar Ali.

Djoko Saputro sebelumnya telah divonis 5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Bandung. Djoko juga divonis hukuman denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Majelis hakim menilai Djoko terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan jasa konsultasi di Perum Jasa Tirta II tahun 2017.

Perbuatan Djoko dinilai terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Vonis tersebut sama dengan tuntutan yang diberikan JPU KPK sebelumnya. Namun, majelis hakim pengadilan tidak mempertimbangkan penyertaan Pasal 55.

Padahal, dalam surat tuntutan jaksa terhadap Djoko diungkap bahwa tindak pidana korupsi tersebut dilakukan secara bersama-sama sejumlah pihak dan berlanjut.

Bahkan, dalam surat tuntutan Jaksa KPK, perbuatan Djoko bersama-sama sejumlah pihak itu telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 4.957.386.840 dan memperkaya orang lain.

Jaksa menyebut perbuatan Djoko telah menguntungkan Andririni Yaktiningsasi Rp 2.123.185.959, Sutisna sebesar Rp 944.717.330, Ignatius Heruwasto sebesar Rp 1.120.000.000, Faizal Rakhmat sebesar Rp 493.900.000, Manal Musytaqo sebesar Rp 149.000.000, Amdrian Tejakusuma sebesar Rp 78.600.000, Bimarta Duandita sebesar Rp 48.793.911.

“Selengkapnya nanti akan diuraikan di memori banding,” ungkap Ali.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Kampung Covid-19, Desa Susukan Menuju Adaptasi Kehidupan Baru

Read Next

Rugikan Negara Rp 68,8 Miliar, Dirut PT CMI Teknologi Untungkan Ali Fahmi Rp 3,5 Miliar