24 June 2024, 17:49

KPK Ancam Jemput Paksa CEO Lippo Grup James Riady

Gedung KPK

Gedung KPK

daulat.co – CEO Lippo Grup James Riady mangkir dari panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (12/122019). Sedianya anak kandung taipan Mochtar Riady ini diagendakan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan proyek Meikarta dengan tersangka mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto (BTO).

“Saksi James Tjahaja Riady, swasta yang diagendakan diperiksa untuk tersangka BTO hari ini tidak hadir,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta.

Dikatakan Febri, James tidak menjelaskan alasan ketidakhadiran pada pemeriksaan kali ini. Sebab itu, KPK memberi peringatan tegas terhadap James Riady.

“Jika tidak hadir tanpa alasan yang patut maka tentu sesuai hukum acara dapat dilakukan pemanggilan kembali atau permintaan bantuan pada petugas untuk menghadirkan (panggil paksa),” ujar Febri.

Penyidik KPK, kata Febri, saat ini sedang mendiskusikan terkait langkah selanjutnya untuk membawa James ke ruang pemeriksaan.”Penyidik akan menyusun langkah berikutnya agar saksi dapat hadir mematuhi perintah UU,” ucap Febri.

Pemeriksaan James ini bukan yang pertama terkait proses penyidikaan kasus suap perizinan Meikarta. James sempat sebelumnya juga pernah diperiksa dan dihadirkan ke persidangan.

Bahkan jaksa KPK pada persidangan tanggal 11 februari 2019 sempat membuka rekaman pembicaraan antara Kadiv Land Acquisition and Permit PT Lippo Cikarang Edi Dwi Soesianto dengan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto.

Toto dalam percakapan tersebut menyampaikan kepada Edy bahwa James Riady dan Billy Sindoro ingin menemui Bupati. James dan Billy kemudian bertemu dengan Neneng Hasanah di rumah di dinas bupati pada awal Januari 2018.

Dalam surat dakwaan JPU KPK, pertemuan James Riady dengan Neneng tersebut diduga berkaitan dengan proyek Meikarta. Dalam surat dakwaan, James sempat memperlihatkan gambar proyek pembangunan Meikarta kepada Neneng.

Selepas pertemuan tersebut, PT Lippo Cikarang mengajukan permohonan IMB untuk 53 apartemen dan 13 basement dalam proyek Meikarta. Permohonan tersebut dilayangkan pada Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Bekasi. KPK pun menyebut serangkaian suap terjadi dalam proses penerbitan IMB tersebut.

KPK menetapkan Toto sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Diduga Toto menyuap mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin senilai Rp 10,5 miliar.

Uang diberikan kepada Neneng melalui orang kepercayaannya dalam beberapa tahap. PT Lippo Cikarang sendiri disinyalir merupakan sumber uang suap untuk sejumlah pihak dalam mengurus perizinan proyek Meikarta.

Selain Toto, KPK juga menetapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Karniwa sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap terkait dengan Pembahasan Substansi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi Tahun 2017.

Iwa diduga telah menerima uang Rp 900 juta dari Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili untuk menyelesaikan proses RDTR. Perda RDTR Kabupaten Bekasi itu diperlukan untuk kepentingan perizinan proyek Meikarta. Uang yang diberikan Neneng Rahmi kepada Iwa diduga berasal dari PT Lippo Cikarang.

Sebelum Toto dan Iwa, KPK lebih dulu menjerat Neneng dan Billy Sindoro. KPK turut menetapkan tujuh orang lainnya. Yakni, pegawai Lippo Group Henry Jasmen, dua konsultan Lippo Group, Taryudi dan Fitra Djaja Purnama, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi Sahat M Nohor.

Selanjutnya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Bekasi Kabupaten Dewi Tisnawati, serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi. Kesembilannya sudah divonis bersalah. (Rangga Tranggana)

Read Previous

Dirut Cahaya Prima Cemerlang Divonis 16 Bulan Penjara

Read Next

KPK Dalami Pertemuan CEO Lippo Grup James Riady dan Neneng Lewat Toto