19 June 2024, 18:13

KPK akan Jerat Pihak yang Lindungi Buron Caleg PDIP Harun Masiku

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi mengingatkan kepada seluruh pihak untuk tidak menyembunyikan maupun melindungi caleg PDIP Harun Masiku. Lembaga antikorupsi tak segan-segan menjerat pihak-pihak yang sengaja menyembunyikan buron sekaligus tersangka dugaan suap pengurusan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR dengan sangkaan merintangi penyidikan.

Sangkaan itu merujuk pada Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Sangat memungkinkan (diterapkan Pasal 21) bagi siapapun di dalam proses penyidikan dan penuntutan yang menghalangi kerja-kerja dari penyidikan maupun penuntutan,” ujar Plt Jubir KPK, Ali Fikri, Selasa, (21/1/2020).

Keterangan Harun sangat dibutuhkan untuk mengembangkan perkara dugaan suap yang juga menyeret mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan itu. Sebab itu, KPK tak segan-segan menjerat pihak yang menghalangi penyidikan. 

“Termasuk juga nanti ke depan kalau nanti penuntutan terjadi, ya, kita bisa terapkan Pasal 21,” ucap Ali.

Ali disisi lain juga meminta Harun bersikap kooperatif. Pasalnya hal itu akan menjadi hal yang ditimbang untuk meringankan hukuman.

“Tentunya siapapun yang tidak kooperatif akan dipertimbangkan menjadi alasan yang memberatkan,” tutur Ali.

KPK sejauh ini baru menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Yakni, Komisioner KPU Wahyu Setiawan, caleg PDIP Harun Masiku, mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan pihak swasta Saeful. Seluruh tersangka sudah mendekam di rumah tahanan, kecuali Harun.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Dalam kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp 400 juta. Diduga Wahyu sudah menerima Rp 600 juta dari permintaan Rp 900 juta.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Menpora Minta PMKRI Terus Menjaga Ideologi Pancasila

Read Next

Di Vihara Duta Maitreya, Menag Gelorakan Kerukunan Beragama