4 March 2021, 18:58

KPK akan Dalami Dugaan Aliran Uang Eks Mensos Juliari ke Staf Puan Maharani

Mensos Juliari P Batubara

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami pihak-pihak yang diduga terlibat dan diuntungkan dari kasus korupsi pengadaan bantuan sosial COVID-19 di Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Pengusutan itu seiring proses penyidikan kasus dugaan suap pengadaan bansos COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek yang menjerat mantan Menteri Sosial (Mensos) nonaktif Juliari Peter Batubara.

Demikian Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. Ali menyampaikan hal itu sekaligus merespon informasi soal adanya dugaan penyerahan uang miliaran rupiah oleh Juliari Peter Batubara kepada salah satu anggota staf Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani.

Penyerahan uang kepada perempuan berinisial L itu disebut-sebut terjadi di Jawa Tengah pada November lalu.

“Segala informasi dari media dan masyarakat tentu akan dikonfirmasi kepada para saksi-saksi yang akan diperiksa tim penyidik KPK,” ucap Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (20/12/2020).

Sebelumnya, KPK berulang kali memastikan akan menelusuri setiap aliran dana dari kasus suap pengadaan Bansos ini. Pun termasuk jika terdapat dugaan aliran dana ke  pihak lain atau PDIP.

Saat menjabat Mensos, Juliari diketahui juga  menjabat Wakil Bendahara Umum PDIP. Sementara Puan yang merupakan anak dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menjabat Ketua DPP PDIP.

“Di dalam beberapa perkara ini kita tidak melihat latar belakang politik ya, bahwa dia Bendum parpol iya faktanya. Apakah kemudian ada aliran dana ke parpol tertentu yang dia misalnya ada di situ misalnya, ini kan nanti digali lebih lanjut dalam pemeriksaan saksi-saksi,” tutur Ali.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan Juliari P Batubara serta dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai tersangka penerima suap. Sementara dua orang yang baru dijerat sebagai tersangka pemberi suap yakni Ardian IM dan Harry Sidabuke.

Dalam konstruksi kasus, Juliari bersama Adi dan Matheus diduga menerima suap senilai sekitar Rp 17 miliar dari Ardian dan Harry selaku rekanan Kemensos dalam pengadaan paket bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

KPK Minta Tak Ada Korupsi dalam Pengadaan Vaksin Covid-19

Read Next

Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua Askab PSSI, Mukti Agung Siap Majukan Sepakbola Pemalang