15 June 2024, 08:50

Korupsi Preskom PT TRAM Heru Hidayat Mengalir Hingga Judi Kasino Macau

daulat.co – Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Heru Hidayat juga didakwa melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Diduga TPPU itu hasil korupsi Heru di PT Asuransi Jiwasraya (PT AJS).

Demikian terungkap saat Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Agung (Kejagung) membacakan surat dakwaan terdakwa Heru, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Dikatakan Jaksa, terdakwa Heru Hidayat telah menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain yakni melakukan pembelanjaan atau pembayaran diantaranya untuk pembelian tanah dan bangunan, mengakuisisi perseroan, pembelian kendaraan bermotor, pembelian saham dan pembelian valuta asing (valas) serta pembiayaan lainnya.

“Atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil Tindak Pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) yaitu hasil tindak pidana korupsi dalam pengelolaan investasi saham dan Reksa Dana PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) tahun 2008 sampai dengan tahun 2018 dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul Harta Kekayaan
berupa pembelian tanah, bangunan dan penempatan uang yang mengatasnamakan pihak lain yang dilakukan terdakwa Heru Hidayat,” kata jaksa.

Dalam dakwaan jaksa terungkap sejumlah modus TPPU yang diduga dilakukan Heru. Salah satunya dengan menyamarkan asal usul harta kekayaan pada rekening Freddy Gunawan.

“Melakukan penempatan uang dengan tujuan untuk menyamarkan asal usul harta kekayaan pada rekening Freddy Gunawan,” ucap jaksa.

Kemudian, sambung jaksa, harta tersebut digunakan untuk sejumlah hal. Salah satunya untuk pembayaran judi kasino.

“Melakukan penempatan uang pada Bank BCA dengan no. rekening giro
3863008979 dengan tujuan pembayaran judi (Kasino),” ungkap jaksa.

Setidaknya ada tiga tempat terkait judi kasiono yang diungkap jaksa dalam surat dakwaan. Adapun TPPU terkait judi kasino itu yakni:

1. Tanggal 24/03/2015 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands)
sejumlah Rp 912.000.000;

2. Tanggal 18/06/2015 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands)
sejumlah Rp 690.000.000;

3. Tanggal 14/12/2015 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa)
sejumlah Rp 900.000.000;

4. Tanggal 23/12/2015 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa)
sejumlah Rp 500.000.000;

5. Tanggal 22/01/2016 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands) dan
RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp 1.000.000.000;

6. Tanggal 17/03/2016 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa)
sejumlah Rp500.000.000;

7. Tanggal 29/04/2016 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands)
sejumlah Rp 500.000.000;

8. Tanggal 16/05/2016 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa)
sejumlah Rp 500.000.000;

9. Tanggal 07/06/2016 untuk membayar kasino Sky City di New Zealand
sejumlah Rp 3.500.000.000;

10. Tanggal 08/06/2016 untuk membayar kasino Sky City di New Zealand sejumlah Rp 1.500.000.000;

11. Tanggal 09/08/2016 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa)
sejumlah Rp 1.470.000.000;

12. Tanggal 06 September 2016 sebesar Rp 2.200.000.000 untuk bayar kasino MGM di Macau;

13. Tanggal 23 November 2016 sebesar Rp 5.000.000.000
dalam 2 (dua) kali transfer @2.500.000.000 untuk keperluan bayar kasino MGM di Macau;

14. Pada tanggal 19 Juli 2013 ke BCA No. Rekening 3863008979, sejumlah
Rp 11.070.000.000,00 untuk membayar
hutang kasino di Macau oleh terdakwa Heru Hidayat;

15. Tanggal 22 Juli 2013 ke BCA No. Rekening 3863008979 sejumlah
Rp10.044.549.000 untuk membayar hutang kasino di Macau oleh terdakwa Heru Hidayat;

Selain itu Freddy Gunawan juga  penempatan uang pada Bank BCA dengan no. rekening Giro
0827798979. Dari rekening teraebut kemudian digunakan untuk:

1. Tanggal 09/06/2017 untuk membayar kasino RWS (Resort World
Sentosa) sejumlah Rp 4.870.000.000;

2. Tanggal 13/02/2018 untuk renovasi lantai 4 gedung di Pantai Indah Kapuk
sejumlah Rp 2.500.000.000;

3. Tanggal 09/04/2018 untuk membuat kapal pinisi di Bira Sulawesi Selatan
sejumlah Rp 4.000.000.000;

Terkait TPPU, terdakwa Heru didakwa dengan Pasal 3 ayat (1) huruf c UU 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah dengan UU 25 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas UU15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Heru juga didakwa dengan Pasal 4 UU 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Adapun dalam perkara dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (PT AJS), Heru didakwa bersama-sama sejumlah pihak. Yakni, mantan Dirut PT Asuaransi Jiwasraya Hendrisman Rahim; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo; mantan Kepala Divisi Investasi PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan; Direktur PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro; dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. Perbuatan Heru bersama-sama sejumlah pihak itu merugikan negara senilai Rp 16,8 triliun.

Atas perbuatan itu, Terdakwa Heru Hidayat didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 dan atau Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) UU 31 Tahun 1999
tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Mantan Dirut PT PTPN III Dolly Parlagutan Pulungan Divonis 5 Tahun Bui

Read Next

Pengacara Klaim Kasus Jiwasrawa Masuk Ranah Pasar Modal