13 June 2024, 21:07

Korupsi Pengolahan Anoda Logam, KPK Jebloskan Petinggi Antam ke Bui

daulat.co – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan tersangka kasus dugaan korupsi kerja sama pengolahan anoda logam dengan PT Loco Montrado pada 2017, Dodi Martimbang. General Manager Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia PT Antam Tbk itu ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Timur.

“Dalam rangka kepentingan penyidikan, Tim Penyidik menahan tersangka DM untuk 20 hari pertama, terhitung mulai tanggal 17 Januari 2023 sampai dengan 5 Februari 2023 di Rutan Polres Metro Jakarta Timur,” ucap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam jumpa pers di Kantornya, Jakarta, Selasa (17/1/2023).

Dodi ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Dodi ditampilkan KPK dengan mengenakan rompi oranye tahanan dalam konferensi pers. Dodi hanya bungkam saat digelandang petugas ke mobil tahanan.

Dalam jumpa pers, Alex, sapaan Alexander Marwata menjelaskan konstruksi Kasus ini. Dikatakan Alex, UBPP logam mulia PT Antam Tbk pada tahun 2017 melaksanakan kerja sama berupa kontrak karya pemurnian anoda logam menjadi emas dengan beberapa perusahaan yang memiliki kualifikasi di bidang pemurnian anoda logam.

Dodi menjabat General Manager UBPP logam mulia PT Antam Tbk saat kerja sama itu berlangsung. Ketika kontrak karya hendak dilaksanakan, Dodi diduga secara pihak mengambil kebijakan untuk tidak menggunakan jasa dari perusahaan yang sebelumnya telah dilakukan penandatangan kontrak karya tersebut dengan tidak didukung alasan yang mendesak.

“Tersangka DM (Dodi Martimbang) kemudian diduga memilih langsung PT Loco Montrado dengan direkturnya Siman Bahar untuk melakukan kerja sama pemurnian anoda logam tanpa terlebih dulu melapor pada pihak direksi PT Antam Tbk,” ujar Alex.

Diduga Dodi tak menggunakan kajian hasil site visit yang dibuat PT Antam Tbk. Di mana antara lain menerangkan bahwa PT Loco Montrado tidak memiliki pengalaman maupun kemampuan teknis yang sama dengan PT Antam Tbk dalam pengolahan anoda logam. PT Loco Montrado selain itu juga tidak memiliki sertifikasi internasional yang dikeluarkan oleh asosiasi pedagang logam mulia yaitu London Bullion Market Assosiation (LBMA).

Dalam isi perjanjian kerja sama antara PT Antam Tbk dan PT Loco Montrado, kata Alex, diduga terdapat beberapa poin perjanjian yang dikesampingkan. Diduga di antaranya terkait besaran jumlah nilai pengiriman anoda logam maupun yang diterima tidak dicantumkan secara spesifik dalam kontrak dan tidak dilengkapi dengan kajian awal.

“Selanjutnya pencantuman tanggal kontrak dibuat secara back date,” ujar Alex.

Kemudian, Dodi diduga menggunakan PT Loco Montrado untuk mengekspor anoda logam emas kadar rendah. Padahal, tindakan itu dilarang untuk dilakukan ekspor.

“Ketika dilakukan audit internal di PT Antam Tbk, ditemukan adanya kekurangan pengembalian emas dari PT Loco Montrado ke PT Antam Tbk,” ungkap Alex.

Diduga perbuatan rasuah tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sejumlah Rp 100,7 miliar. Atas perbuatannya, Dodi disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

“Akibat perbuatan tersangka DM [Dodi Martimbang], sebagaimana penghitungan BPK RI diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sejumlah Rp 100,7 miliar,” kata Alex.

(Rangga)

Read Previous

Suap Penanganan Perkara di MA, KPK Panggil Hercules

Read Next

Korupsi Anoda Logam, KPK Siapkan Sprindik Baru untuk Petinggi PT Loco Montrado