26 May 2024, 13:23

Korupsi Lukas Enembe, KPK Blokir rekening Rp 76,2 M dan Sita Aset Mewah Rp 4,5 M

Firli Bahuri

Firli Bahuri

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memblokir rekening dengan nilai sekitar Rp 76,2 miliar. Pemblokiran rekening itu terkait pengusutan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe.

“KPK memblokir rekening senilai Rp 76,2 miliar,” ungkap Ketua KPK Firli Bahuri, dalam jumpa pers di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2023).

Selain itu, KPK juga telah menyita sejumlah aset senilai Rp 4,5 miliar. Aset yang disita itu antara lain berupa emas batangan, perhiasan emas dan kendaraan mewah.

“Dengan nilai sekitar Rp 4,5 miliar,” ucap Firli.

Dalam proses penyidikan yang sedang berjalan, KPK sejauh ini telah memeriksa 76 saksi. Selain itu, tim KPK juga telah melakukan penggeledahan di enam lokasi yang tersebar di Papua, Jakarta, Sukabumi, Bogor, Tangerang dan Batam.

Dalam perkaranya, Lukas diduga menerima suap Rp 1 miliar dari Direktur PT Tabi Bangun Papua (TBP) Rijatono Lakka terkait proyek infrastruktur di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua. Rijatono juga sudah ditahan KPK.

Selain itu, Lukas juga disinyalir menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan sebesar Rp 10 miliar. Namun, KPK belum mengungkap pihak-pihak pemberi gratifikasi tersebut.

“Saat ini kami terus lakukan pendalaman terkait informasi dan data termasuk
aliran uang yang diduga diterima LE dan juga dugaan perubahan bentuk ke dalam
beberapa aset yang bernilai ekonomis,” ujar Firli.

Atas perbuatannya, Lukas Enembe disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Lukas sendiri telah ditahan KPK di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur terhitung sejak 11 Januari 2023 hingga 30 Januari 2023. Namun, karena kondisi kesehatannya, penahanan Lukas dibantarkan dan harus menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto.

(Rangga)

Read Previous

Ditangkap di Rumah Makan, KPK: Tersangka Lukas Enembe Tak Kooperatif

Read Next

TPPS Kabupaten Pemalang Gelar Rembug Stunting