27 May 2024, 13:29

Korupsi Jalan Bengkalis, KPK Jebloskan Eks Petinggi PT Widya Sapta Colas ke Bui

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan tersangka kasus korupsi proyek Multi Years untuk pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2013 sampai dengan 2015, Victor Sitorus (VS) pada Senin (5/12/2022). Wakil Presiden PT Widya Sapta Colas (WASCO) periode 2013-2015 itu ditahan di Rutan pada Kavling C1 gedung ACLC.

“Dalam rangka kebutuhan proses penyidikan, Tim Penyidik menahan tersangka VS untuk 20 hari pertama terhitung mulai 5 Desember 2022 sampai dengan 24 Desember 2022 di Rutan pada Kavling C1 gedung ACLC,” ucap Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta.

Victor Sitorus dijebloskan ke jeruji besi alias bui usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus ini. Tak sepatah kata terlontar dari Victor yang mengenakan rompi tahanan saat digelandang petugas ke mobil tahanan.

Victor merupakan satu dari 10 orang yang dijerat lembaga antikorupsi dalam kasus ini. Adapun 9 tersangka lain yakni, Kepala Dinas PU Pemkab Bengkalis, M Nasir (MN); Pejabat Pelaksanan Teknis Kegiatan (PPTK), Tirtha Adhi Kazmi (TAK); Manager Divisi PT WIKA Persero (Wijaya Karya), I Ketut Suarbawa (IKS); Wakil Ketua Direksi PT WIKA Persero (Wijaya Karya), Petrus Edy Susanto (PES).

Kemudian, Project Manager PT WIKA Persero (Wijaya Karya), Didiet Hartanto (DH); staf pemasaran PT WIKA Persero (Wijaya Karya) Firjan Taufa (FT);
Komisaris PT Rimbo Peraduan, Suryadi Halim (SH) alias Tando; Direktur PT Arta Niaga Nusantara, Melia Boentaran (MB); dan Komisaris PT Arta Niaga Nusantara, Handoko Setiono (HS).

Diketahui, Victor sudah berstatus tersangka sejak 2020 silam. Namun upaya paksa penahanan terhadap Victor baru dilakukan hari ini.

Dalam perkaranya, Victor diduga memberikan Rp 1 miliar kepada orang kepercayaan mantan Bupati Bengkalis Herlian Saleh agar dalam proses lelang proyek pekerjaan pembangunan jalan lingkar barat duri Bengkalis. Pemberian uang ini dimaksudkan agar perusahaan Victor dimenangkan dalam proyek tersebut.

“Setelah perusahaan tersangka VS dimenangkan dan proyek pekerjaan terlaksana diduga saat dilakukan proses evaluasi terkait realisasi progres pekerjaan maupun volume item pekerjaan ditemukan adanya ketidak sesuaian dengan isi kontrak sebagaimana realisasi seharusnya dari pelaksanaan proyek pembangunan jalan lingkar barat duri TA 2013 sampai dengan 2015,” ujar Karyoto.

Selain itu, sambung Karyoto, tersangka Victor juga diduga memiliki peran dalam menyetujui pengeluaran sejumlah uang untuk diberikan ke beberapa pihak agar pengurusan
termin pembayaran dapat dibayarkan tepat waktu padahal progres pekerjaan tidak terpenuhi. Beberapa pihak itu
diantaranya PPTK dan staf bagian keuangan Dinas PU, serta staf bagian keuangan Setda Pemkab Bengkalis.

Perbuatan para tersangka, termasuk Victor, diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sejumlah sekitar Rp 152 Miliar. Adapun nilai proyek tersebut senilai Rp 284,5 miliar.

Atas perbuatannya, Victor disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Tim Penyidik saat ini juga masih terus melakukan penelusuran dan pendalaman terkait adanya aliran sejumlah uang ke berbagai pihak,” ungkap Karyoto.

(Rangga)

Read Previous

Kedatangan Utusan AS Untuk Misi LGBT Dibatalkan Karena Menghormati Pancasila

Read Next

KPK Segera Ungkap Sosok dan Peran Pemberi Suap Pejabat Polri ini