23 September 2021, 18:36

Korupsi Cukai, KPK Periksa Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau

KPK

KPK

daulat.co – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau Bobby Jayanto diagendakan diperiksa Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (3/9/2021). Bobby diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi terkait pengaturan barang kena Cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016 s/d 2018.

Pemeriksaan Bobby sekaligus untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Bupati Bintan periode 2016-2021 Apri Sujadi (AS). “Pemeriksaan dilakukan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, atas nama saksi Bobby Jayanto Anggota DPRD Provinsi Kepri,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (3/9/2021).

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Bupati Bintan Periode 2016-2021 Apri Sujadi (AS) dan Mohd Saleh H. Umar (MSU) selaku Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan atau BP Bintan sebagai tersangka dalam kasus korupsi terkait pengaturan barang kena Cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016 s/d 2018.

Apri diduga menerima duit sekitar
sejumlah Rp 6,3 miliar sepanjang 2017-2018. Sedangkan Saleh Umar  diduga menerima
uang sekitar sejumlah Rp 800 juta.

Uang yang diterima Apri dan Saleh itu terkait dengan Pengaturan cukai rokok dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA) sepanjang 2016-2018 di BP Bintan.

Dari tahun 2016 sampai 2018, BP Bintan telah menerbitkan kuota MMEA kepada PT Tirta Anugrah Sukses yang diduga belum mendapatkan izin
edar dari BPOM dan dugaan terdapat kelebihan atas penetapan kuota
rokok di BP Bintan.

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3
Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kedua tersangka langsung ditahan selama 20 hari pertama terhitung dari 12 Agustus 2021 sampai 31 Agustus 2021. Apri Sujadi ditahan di rutan Gedung Merah Putih. Sedangkan, Saleh ditahan di rutan pada Kavling C1 Gedung ACLC.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Menag: Proses Pengajuan Bantuan Masjid Mudah Dilakukan Secara Online

Read Next

Segera Diadili, Advokat Maskur Husain dan Eks Penyidik KPK Didakwa Pasal Ini