23 June 2024, 15:09

Korupsi BTS 4G, Eks Menkominfo Johnny Plate Kecipratan Rp 17 Miliar

daulat.co – Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate didakwa menguntungkan diri sendiri, pihak lain, dan korporasi dalam kasus dugaan korupsi penyediaan menara Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung 1, 2, 3, 4 dan 5 Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). Setidaknya, Sejken Partai Nasedem nonaktif itu kecipratan sekitar Rp 17 miliar.

Hal itu terungkap saat jaksa penuntut umum membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (27/6/2023). Duduk sebagai terdakwa dalam sidang kali ini yakni Johnny Plate, Direktur Utama Bakti Anang Achmad Latif, dan tenaga ahli Human Development Universitas Indonesia tahun 2020 Yohan Suryanto.

Kasus ini menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 8.032.084.133.795,51 (Rp 8 triliun). Jumlah tersebut berdasarkan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara Nomor: PE-03.03/SR/SP-319/D5/02/2023 tanggal 6 April 2023 yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum, memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi. Terdakwa Johnny Gerard Plate sebesar Rp 17.848.308.000,00 (Rp 17 miliar),” ucap jaksa.

Plate diduga melakukan tindak pidana bersama-sama dengan Direktur Utama BAKTI dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Anang Achmad Latif; Tenaga Ahli pada Human Development Universitas Indonesia (HUDEV UI) Yohan Suryanto; Komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan.
Kemudian Galumbang Menak Simanjuntak, Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia; Mukti Ali, Account Director PT Huawei Tech Investment; Windi Purnama, Direktur PT Multimedia Berdikari Sejahtera; dan Muhammad Yusrizki Muliawan, Direktur PT Basis Utama Prima.

Menurut jaksa, dugaan penerimaan Plate itu dilakukan secara bertahap. Sebanyak total Rp 10.000.000.000 diberikan dalam kurun waktu Maret 2021 sampai dengan Oktober 2022.

“Dengan cara menerima uang sebesar Rp 500.000.000 per bulan sebanyak 20 kali,” ujar jaksa.

Uang itu diterima melalui Komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan dan terdakwa Windi Purnama dengan cara memerintahkan Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Achmad Latif.

Anang juga diketahui mengirimkan uang beberapa kali untuk memenuhi kebutuhan Johnny. Pertama, sebesar Rp 200.000.000 untuk korban bencana banjir di Kabupaten Flores Timur pada April 2021. Kemudian Rp 250.000.000 untuk diberikan kepada Gereja GMIT di Nusa Tenggara Timur pada Juni 2021.

Lalu, sebanyak Rp 500.000.000 untuk Yayasan Pendidikan Katholik Arnoldus pada Maret 2022. Selain itu, mengirimkan uang sebesar Rp 1.000.000.000 kepada Keuskupan Dioses Kupang pada Maret 2022.

Tak hanya itu, Plate juga diduga menerima Rp 1.000.000.000 dengan cara empat kali dengan total Rp 4.000.000.000 dari Irwan pada 2022. Lalu, ada juga uang  Rp 452.500.000 untuk pembayaran hotel di Barcelona, Spanyol di tahun yang sama.

Plate diduga menerima Rp 453.600.000 dari Irwan untuk membayar hotel di Paris, Prancis pada 2022. Plate juga  menerima Rp 167.600.000 untuk membayar penginapan di London, Inggris.

“Dan Amerika Serikat sebesar Rp 404.608.000,” kata jaksa.

Plate juga diduga menerima fasilitas bermain golf sebanyak enam kali dengan total mencapai Rp 420.000.000. Fasilitas bermain golf di Suvarnama Halim Perdana Kusuma, Senayan Golf, Pondok Indah Golf, BSD, PIK II, dan Bali Pecatu itu dari Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia Galumbang Menak Simanjuntak.

“Terdakwa Johnny Gerrard Plate selama kurun waktu 2021 sampai 2022 mendapatkan fasilitas dari Galubang Menak Simanjuntak berupa pembayaran bermain golf sebanyak enam kali yaitu kurang lebih sebesar Rp 420 juta,” ucap Jaksa.

Jaksa menyebut, Plate bertemu dengan Anang Achmad Latif dan Galumbang Menak Simanjuntak di hotel Grand Hyatt dan di lapangan golf Pondok Indah pada tahun 2020. Pertemuan itu membahas proyek penyediaan infrastruktur BTS 4G dan infrastruktur pendukung pada Bakti Kominfo.

“Yang dalam pelaksanaanmya kemudian melibatkan perusahaan perusahaan yang terafiliasi pada Galubang Menak Simanjuntak,” ujar Jaksa.

Selain pertemuan, Plate disebut menyetujui perubahan dari 5.052 site desa untuk program BTS 4G tahun 2020-2024 menjadi 7.904 site desa untuk tahun 2021-2022 tanpa melalui studi kelayakan kebutuhan penyediaan infrastruktur BTS 4G dan tanpa ada kajiannya pada dokumen Rencana Bisnis Strategis (RBS) Kominfo maupun BAKTI serta Rencana Bisnis Anggaran (RBA) yang merupakan bagian dari Rencana Kerja dan Anggaran Kementrian Negara/Lembaga (RKA-K/L) Kominfo.

Plate juga menyetujui penggunaan kontrak payung pada Pekerjaan Penyediaan Infrastruktur BTS 4G dan Infrastruktur Pendukung Paket 1, 2, 3, 4 dan 5 dengan tujuan menggabungkan pekerjaan pembangunan/Capital Expenditure (CAPEX) dan pekerjaan operasional/pemeliharaan/Operating Expenditure (OPEX), agar penyedia pelaksana pekerjaan pembangunan BTS 4G yang sudah ditetapkan sebagai pemenang dapat melanjutkan pekerjaan pemeliharaan.

Selain Plate, pihak lainnya yang turut kecipratan uang korupsi BTS, sebagaimana diungkapkan JPU, yakni :

  1. Anang Achmad Latif senilai Rp 5 miliar;
  2. Yohan Suryanto senilai Rp 453.608.400,00;
  3. Irwan Hermawan senilai Rp 119 miliar;
  4. Windi Purnama senilai Rp 500 juta;
  5. Muhammad Yusrizki senilai Rp 50 miliar dan USD 2,5 juta;

Perbuatan para terdakwa juga diduga memperkaya sejumlah korporasi, yakni :

  1. Konsorsium FiberHome PT Telkominfra PT Multi Trans Data (PT MTD) untuk paket 1 dan 2 senilai Rp 2.940.870.824.490,00;
  2. Konsorsium Lintasarta Huawei SEI untuk paket 3 senilai Rp 1.584.914.620.955,00;
  3. Konsorsium IBS dan ZTE Paket 4 dan 5 sebesar Rp 3.504.518.715.600,00.

“Merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp 8.032.084.133.795,51,” ujar jaksa.

Atas perbuatannya, Plate didakwa melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(Rangga)

Read Previous

Legislator Harap Bio Farma Grup Lakukan Penyesuaian Kondisi Pasar Pasca Pandemi

Read Next

Konsorsium Telkom Infra Diuntungkan 2,9 Triliun dari Korupsi BTS Bakti