15 June 2024, 07:06

Konsorsium Telkom Infra Diuntungkan 2,9 Triliun dari Korupsi BTS Bakti

daulat.co – Tiga konsorium diuntungkankan triliunan rupiah dari dugaan korupsi penyediaan menara Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung 1, 2, 3, 4 dan 5 Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). Salah satunya yakni, konsorsium Fiber Home PT.Telkominfra, PT. Multi Trans Data (MTD).

Hal itu terungkap saat jaksa penuntut umum membacakan surat dakwaan terdakwa mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johhny G. Plate, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (27/6/2023). Jaksa menyebut konsorsium itu mendapatkan Rp 2.940.870.824.490,00 untuk proyek Bakti paket 1 dan 2. PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (Telkominfra) merupakan anak usaha induk (subholding) milik PT Telkom Indonesia (Telkom Group) yang bergerak khusus di bidang jasa infrastruktur.

“Konsorsium FiberHome PT Telkominfra PT Multi Trans Data (PT MTD) untuk Paket 1 dan 2 sebesar Rp 2.940.870.824.490,” ungkap jaksa.

Sementara konsorsium Lintasarta Huawei SEI untuk paket 3 diuntungkan sebesar Rp 1.584.914.620.955. Adapun konsorsium IBS dan ZTE untuk Paket 4 dan 5 diuntungkan sebesar Rp 3.504.518.715.600,00.

Korporasi itu diduga diuntungkan atas perbuatan korupsi sejumlah pihak. Yakni, diduga Johhny G. Plate; Direktur Utama BAKTI dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Anang Achmad Latif; Tenaga Ahli pada Human Development Universitas Indonesia (HUDEV UI) Yohan Suryanto; Komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan.

Kemudian, Account Director PT Huawei Tech Investment, Mukti Ali; Direktur PT Multimedia Berdikari Sejahtera, Windi Purnama; Direktur PT Basis Utama Prima,
Muhammad Yusrizki Muliawan; dan Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia, Galumbang Menak Simanjuntak.

Jaksa menyebut perbuatan mereka dalam dugaan korupsi ini merugikan keuangan negara Rp 8.032.084.133.795,51. Jumlah tersebut berdasarkan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara Nomor: PE-03.03/SR/SP-319/D5/02/2023 tanggal 6 April 2023 yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Selain konsorsium atau korporasi, korupsi proyek Bakti ini juga menguntungkan sejumlah pihak. Yakni ;

  1. Johnny G Plate sebesar Rp 17.848.308.000,00.
  2. Anang Achmad Latif sebesar Rp 5 miliar.
  3. Yohan Suryanto sebesar Rp 453.608.400,00.
  4. Irwan Hermawan sebesar Rp 119 miliar.
  5. Windi Purnama sebesar Rp 500 juta.
  6. Muhammad Yusrizki sebesar Rp 50 miliar dan USD 2,5 juta.

“Yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp 8.032.084.133.795,51,” ungkap Jaksa.

(Rangga)

Read Previous

Korupsi BTS 4G, Eks Menkominfo Johnny Plate Kecipratan Rp 17 Miliar

Read Next

Komisi X DPR Dorong Anggaran Pelaksanaan PON XXI di Sumatera Utara