19 June 2024, 18:35

Komisi X: Butuh Nakes Terlatih Untuk Turunkan Angka Kasus Stunting

daulat.co – Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendukung keterlibatan tenaga kesehatan (nakes) terampil untuk mendeteksi kecukupan gizi anak dan balita. Menurutnya, keterlibatan nakes menjadi krusial lantaran dapat mempercepat upaya menekan angka kasus stunting di tanah air secara signifikan.

Politisi Fraksi NasDem itu pun turut mendorong setiap pemangku kepentingan, baik tingkat pusat maupun daerah, agar konsisten serta aktif mewujudkan upaya tersebut menjadi nyata. Ia juga menyetujui dalam meningkatkan literasi kecukupan gizi keluarga harus melibatkan para nakes terampil. Sehingga, harapannya, setiap anggota rumah tangga dapat memahami dan mempraktikan pengetahuan tersebut.

Dirinya ingin generasi bangsa Indonesia menjadi kuat dan tangguh untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan. “Keterlibatan tenaga kesehatan dan masyarakat yang terlatih sangat penting dalam percepatan penurunan jumlah kasus stunting di tanah air,” tegas Ririe, sapaan akrabnya, dalam keterangannya pada Sabtu (25/3/2023).

Sebelumnya, pada Kamis (24/3/2023) lalu, Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kota Surabaya mengerahkan sedikitnya 1.500 perawat untuk menangani dan mencegah indikasi gejala balita stunting di kota pahlawan itu. Ribuan perawat tersebut fokus memprioritaskan upaya penanganan dan pencegahan indikasi gejala balita stunting di empat kecamatan di Surabaya, Jawa Timur.

Di sisi lain, berdasarkan informasi yang Ririe terima, kini Indonesia telah mengurangi angka stunting dari 24,4 persen pada 2021 menjadi 21,6 persen pada tahun lalu. Namun, pengurangan ini dianggap belum maksimal. Pasalnya, masih banyak upaya yang harus dilakukan untuk mencapai target penurunan angka kasus stunting hingga 14 persen pada akhir tahun 2024. Maka dari itu, ia berharap usaha yang dilakukan seperti para perawat di Surabaya bisa turut diterapkan juga di sejumlah daerah yang memiliki angka kasus stunting tinggi.

(Abdurrohman)

Read Previous

Komisi XI Nilai Larangan Bukber bagi Pejabat Alami Perluasan Makna

Read Next

Anggota Komisi VI Dukung Pemerintah Larang Impor Baju Bekas Ilegal