23 May 2024, 17:29

Komisi VII Dorong Kemenperin Percepat Pembentukan Ekosistem Industri Baterai Listrik

daulat.co – Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin mengatakan bahwa Komisi VII telah mendorong Kementerian Perindustrian untuk mempercepat pembentukan ekosistem industri baterai serta kendaraan listrik yang kompetitif melalui berbagai terobosan kebijakan dan sinergi dengan kementerian terkait. Diketahui Kemenperin menargetkan tahun 2030 bakal diproduksi 1 juta mobil listrik dan 32 juta unit kendaraan listrik roda dua.

Mukhtarudin menilai bahwa kebijakan percepatan kendaraan listrik dan industri baterai sangat penting, agar target produksi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) pada tahun 2035 mampu memproduksi satu juta mobil listrik.

“Nah ini tentu target 1 juta mobil ini bisa mengurangi 12,5 juta bahan bakar serta mengurangi 4,6 juta CO2 kita,” beber Mukhtarudin usai mengikuti Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita beserta jajaran di Gedung Nusantara I, Senayan Jakarta, Rabu (7/12/2022).

Mukhtarudin mengaku pemerintah memiliki target yang cukup tinggi untuk memproduksi kendaraan listrik di tanah air. “Kita tentu berharap pada 2025 Indonesia bisa memproduksi 2 juta unit sepeda motor listrik,” tandas Politisi Partai Golkar itu.

Sebelumnya, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Kemenperin menargetkan tahun 2030 bakal diproduksi 1 juta mobil listrik dan 32 juta unit kendaraan listrik roda dua. Hingga September lalu, Menperin mengatakan ada 25 ribu unit kendaraan bermotor berbasis listrik (KBLBB) atau kendaraan listrik yang sudah teregistrasi. 

“Saat ini terdapat 4 perusahaan bus listrik 3 perusahaan mobil listrik dan 35 perushaan kendaraan roda dua dan roda tiga listrik. Total investasi Rp1,92 triliun dan  masih perlu kita dorong,” ujar Agus. Ia mengatakan, satu juta mobil listrik yang ditargetkan pada 2030 mampu mengurangi 12,5 juta barel bahan bakar fosil dan 4,6 juta ton CO2. Sedangkan 32 juta unit sepeda motor listrik diharapkan menekan 4 juta barel bahan bakar dan 1,4 juta ton CO2.

Read Previous

Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Diminta Selesaikan Proyek KCJB Tepat Waktu

Read Next

Anggota Komisi III Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar