24 June 2024, 16:47

Komisi VI DPR Berharap Bali Internasional Hospital Jadi Wisata Medis Indonesia

Evita Nursanty

Evita Nursanty

daulat.co – Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty berharap keberadaan Bali International Hospital yang dirancang sebagai layanan wisata medis di Indonesia nantinya dapat mewujudkan harapan Indonesia memiliki wisata kesehatan yang dapat menjadi tujuan masyarakat berobat. Sebab, selama ini, ia menilai masih banyak masyarakat Indonesia yang lebih memilih berobat ke luar negeri dibanding berobat di dalam negeri.

“Kita harapkan pembangunan rumah sakit internasional di daerah ekonomi khusus di Sanur itu bisa mewujudkan impian kita bahwa Bali itu menjadi wisata kesehatan. Tujuan daripada wisata kesehatan dari apa yang disampaikan oleh pak presiden kita kehilangan dua juta orang berobat ke luar negeri, satu juta sekian itu ke Malaysia, 750 ribu ke Singapura.” ujar Evita dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Dirut Pertamina Bina Medika IHC, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (12/7/2023).

Dengan terbangunnya Bali International Hospital nantinya diharapkan lebih banyak lagi rumah sakit international terbangun di Indonesia. Sehingga dapat mengurangi jumlah masyarakat yang berobat ke luar negeri. Untuk itu, Evita mengingatkan agar nantinya pelayanan rumah sakit internasional dapat dilakukan dengan lebih baik lagi.

“Kemudian ini juga yang menjadi sebenarnya PR bagi di IHC itu kadang-kadang kita juga bingung kita di Indonesia (jika) masuk ke rumah sakit segala macam mesti di rontgen di MRA, ct scan, pokoknya keluarnya duitnya banyak aja musti bayar gitu. Tapi ketika kita ke Singapura itu dia fokus saja dengan satu penyakit kita, kita enggak disuruh ini suruh ini suruh ini, periksa dokter ini, periksa dokter ini, itu artinya biayanya itu jadi tinggi sekali. Nah ini saya harap di rumah sakit yang menjadi yang icon ini tidak terjadi gitu,” jelasnya.

(Abdurrohman)

Read Previous

Legislator Apresiasi Capaian PT PHU Berperan Jadi Kontributor Utama Produksi Migas Nasional

Read Next

BPK Ungkap 13 Temuan Soal Belanja dan Aset di Kementerian Investasi/BKPM 2022