1 December 2021, 10:03

Komisi I DPR Kaget, Tidak Dilibatkan Dalam Penjaringan Calon Direksi RRI

daulat.co – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengaku kaget dengan proses seleksi calon Direksi Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI). Pasalnya, Komisi yang membidangi Pertahanan, Luar Negeri dan Informasi DPR RI itu tidak dilibatkan dalam proses seleksi tersebut.

“Saya belum tahu, dan tidak diberi tahu,” ujarnya kepada wartawan, Selasa 10 November 2021.

Politisi PKS itu menyatakan belum pernah diberitahu perihal pembukaan pendaftaran seleksi calon Direksi LPP RRI. Bukan hanya itu, ia mengaku sejak Komisi I DPR memutuskan dan memilih Dewas RRI yang baru tahun ini, pihaknya belum pernah menerima laporan, audiensi, konsultasi maupun koordinasi.

“Kalau dulu nih, setiap tahapan seleksi selalu dikonsultasikan atau dilaporkan ke Komisi I DPR, nah yang ini kami malah tidak tahu,” ucap Abdul Kharis.

Terkait itu pula, sambil berseloroh ia menyebut Dewan Pengawas LPP RI sudah merasa bisa sehingga tidak membuka komunikasi ke Komisi I DPR RI. Nyatanya pendaftaran sudah dibuka, namun belum pernah disampaikan ke Komisi I.

“Sekali lagi saya tegaskan, belum ada kordinasi terkait dengan tahapan seleksi tersebut. Mungkin para Dewas ini merasa sudah bisa jalan sendiri,” jelas Abdul Kharis.

Di sisi lain, mantan Ketua Dewas LPP RRI Freddy Ndolu dalam suatu pernyataannya mengingatkan Dewas RRI saat ini untuk bersikap independen dan tak ikut ‘main’ dalam penjaringan calon Direksi RRI.

“Dulu kita di Dewas berantam, bahkan dulu tegang, dukung-mendukung Dewas kepada orang tertentu. Itu pelanggaran berat,” kata Freddy.

Ia menekankan agar Dewan Pengawas LPP RRI menjaga etika dan kehormatan. Lantaran memilih Direksi LPP RRI ini beda jauh dengan memilih direksi di media swasta.

Diketahui, proses penjaringan calon Direksi RRI menjadi sorotan di sisa beberapa hari pendaftaran calon ditutup. Tautan pendaftaran calon Direksi RRI yang dipublikasikan di portal rri.co.id juga tidak mudah diakses.

Hal itu memunculkan dugaan permainan. Terlebih ada perubahan batas usia pendaftar calon direksi, dari batas terendah 30 tahun menjadi 40 tahun. Perubahan batas usia calon direksi diakui Freddy pernah terjadi di masa lampau.

“Dulu juga pernah, bikin pengumuman kaya umur, waktu zamannya Pardi Hardi. Itu kan dulu batasnya 56 tahun lalu naik ke 58, kaya gitu batas atas. Itu di tengah jalan sesudah iklan dulu,” tutur Freddy.

(M Abdurrahman)

Read Previous

Korban Penipuan One Azure Mengadu ke Propam Polri

Read Next

KPK Jebloskan Tersangka Petinggi PT Adhi Karya ke Bui